Smart Money

Tips Investasi Reksadana Untuk Mahasiswa

Info Bisnis – Mempersiapkan masa depan bisa dimulai kapan saja, yang paling baik adalah mempersiapkannya sejak dini. Jadi tidak heran mahasiswa jaman...

Written by Yoko Widito · 2 min read >
tips-investasi-reksadana-mahasiswa-1

Info Bisnis – Mempersiapkan masa depan bisa dimulai kapan saja, yang paling baik adalah mempersiapkannya sejak dini. Jadi tidak heran mahasiswa jaman sekarang sudah banyak yang mulai mempelajari investasi sebagai sebuah persiapan masa depan mereka.

Kalau kita mendengar yang namanya investasi mungkin agak ragu juga kalangan mahasiswa bisa melakukannya, bukan karena sebab tapi sebagian besar mahasiswa masih belum mandiri secara finansial dan masih masih bergantung sepenuhnya pada orang tua mereka.

Namun apakah anda tahu kalau sekarang sudah ada jenis investasi keuangan dengan modal yang sangat minimal, bahkan sangat ramah untuk kantong mahasiswa. Cukup dengan modal kisaran Rp. 100.000 saja mahasiswa sekarang sudah bisa menikmati nikmatnya investasi reksadana.

Secara administrasi, mahasiswa sudah sangat memenuhi syarat untuk menjadi investor reksadana karena sudah memiliki KTP. Namun selain itu ada beberapa hal yang harus dipersiapkan oleh mahasiswa sebelum benar benar terjun ke dalam dunia ini.

1.Pondasi keuangan yang sehat

tips-investasi-reksadana-mahasiswa-1

Yang dimaksud disini adalah pengaturan keuangan baik itu pengeluaran ataupun pemasukan yang cukup baik. Karena satu satunya pendapatan sebagian besar mahasiswa adalah uang saku dari orang tua maka mereka haruslah memiliki disiplin yang kuat dalam menyisihkan uang saku, sebagian untuk tabungan dan sebagian lagi untuk dana darurat.

Dana darurat ini sangat berguna untuk banyak hal di saat ada hal hal yang mendesak, namun di sisi lain dana darurat ini sangat berguna juga untuk memulai sebuah investasi.

Disiplin dalam keuangan ini bisa menjadi pondasi yang kuat dalam seorang mahasiswa memulai perjalanan sebagai seorang investor reksadana.

 

2.Tentukan tujuan keuangan sebagai langkah awal

tips-investasi-reksadana-mahasiswa-2

Tujuan keuangan adalah langkah awal dalam memulai langkah panjang berinvestasi di Reksadana. Dari tujuan inilah bisa didapatkan apa yang diinginkan di masa depan mengenai keuangan anda sesuai waktu yang sudah ditentukan. Dengan begini investasi akan lebih mudah mencapai tujuan.

Mengapa harus menentukan tujuan sebagai langkah awal? Dengan menetapkan tujuan akan membentuk sebuah rencana, dari rencana inilah dapat ditentukan apa saja yang harus dipenuh terlebih dahulu. Inilah yang kemudian menjadi dasar pertimbangan penting dalam memilih produk reksadana yang sesuai dengan kebutuhan.

Bagi mahasiswa tujuan keuangan yang paling realistis adalah hasil pengembangan investasi bisa digunakan sebagai modal usaha saat lulus besok. Jadi saat mahasiswa lulus kuliah akan memiliki banyak pilihan, apakah berkarier sebagai seorang profesional atau seorang pengusaha.

Kalaupun pada akhirnya memilih berkarier sebagai seorang profesional, hasil pengembangan selama masa kuliah ini bisa menjadi modal pengembangan diri bukan?

 

3.Pahami jenis produk dan segala resikonya

tips-investasi-reksadana-mahasiswa-3

Sebelum terjun, harus dipahami terlebih dahulu kalau semua jenis investasi memiliki resiko. Keuntungan dan kerugian dalam berinvestasi tidak bisa dijamin, jadi sangat memungkinkan adanya kerugian akibat nilai investasi yang turun.

Pada umumnya reksadana terbagi menjadi 4, inilah yang harus dipelajari dan dipahami apa saja resikonya dan bagaimana pengembangannya.

Reksadana Pasar Uang (Money Market Fund)

Ini adalah jenis reksadana yang diinvestasikan pada instrumen pasar uang. Dimana jatuh tempo nya adalah kurang dari satu tahun.

Bentuknya bisa berupa time deposit (deposito berjangka), certificate of deposit (sertifikat deposito), Sertifikat Bank Indonesia (SBI), Surat Berharga Pasar Uang (SBPU) dan berbagai jenis instrumen investasi pasar uang lainnya.

Reksadana Pendapatan Tetap (Fixed Income Fund)

Reksadana jenis ini menginvestasikan 80% aktiva ke dalam bentuk obligasi (efek hutang). Memiliki tingkat pengembalian yang cukup stabil namun memiliki resiko yang relatif lebih besar dari reksadana pasar uang

Reksadana Campuran (Balance Mutual Fund)

Dalam reksadana ini dana investasi dialokasikan dalam bentuk portofolio. Alokasi instrumen cukup bervariasi disini, bisa dalam bentuk saham atau bisa juga kombinasi dengan obligasi.

Resiko yang ada bisa dikatakan moderat namun memiliki tingkat pendapatan yang lebih tinggi daripada dua reksadana diatas.

Reksadana Saham (Equity Fund)

Reksadana jenis ini menginvestasikan 80% aktiva ke dalam bentuk ekuitas. Dengan ini membuat reksadana saham memiliki resiko yang lebih besar dibandingkan ketiga reksadana lainnya, namun untuk potensi pendapatan jangka panjang reksadana ini memiliki potensi pendapatan yang paling tinggi dibandingkan yang lainnya.

 

4.Tempat membeli Reksadana

Ada cukup banyak pilihan membeli reksadana, anda tinggal memilih mana yang paling cocok dengan kebutuhan anda saat ini. Ada manajer investasi yang bisa membantu anda dalam memilih dan membeli Reksadana atau bisa juga melalui Agen Penjual Efek Reksa Dana (APERD).

Pilih platform dan APERD yang sesuai dengan kebutuhan dan dengan modal yang sesuai dengan alokasi dana. Jangan lupa untuk membandingkan manfaat antara satu dengan yang lain sehingga keuntungan yang didapatkan bisa lebih optimal.

 

5.Beli Reksadana

Untuk membeli reksadana yang diperlukan adalah sebuah KTP dan mengisi formulir yang dibutuhkan sebagai syarat yang diminta.

Setelah semua persyaratan sudah selesai dilengkapi, maka anda sudah bisa membeli reksadana yang anda inginkan. Perlu dicatat transaksi reksadana tidak dihitung dengan angka Rupiah, tapi dengan NAB (Nilai Aktiva Bersih) per unit reksadana.

Reksadana memiliki cut off time setiap harinya untuk penerimaan transaksi. Batas waktunya adalah jam 12 siang , jika melebihi jam 12 siang maka transaksi akan diproses esok hari.

 

6.Hitung imbal hasil Reksadana

Apa lagi tujuan berinvestasi kalau bukan untuk mendapatkan keuntungan? Kini saatnya menghitung berapa keuntungan yang sudah didapatkan dari reksadana yang sudah berjalan.

Cara untuk menghitung yang paling mudah adalah dengan  menghitung jumlah unit penyertaan reksa dana yang dimiliki dikali dengan selisih dari harga NAB jual dengan harga NAB beli reksa dana.

tips-menyiapkan-dana-darurat-4

Tips Menyiapkan Dana Darurat

Yoko Widito in Smart Money
  ·   2 min read

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *