Smart Money

Apa itu Aset? dan Fungsinya dalam Bisnis

Dalam dunia bisnis, aset merupakan elemen pokok yang harus ada. Termasuk pada jenis, serta apa itu aset dan kegunaannya dalam pelbagai industri....

Written by Irfan · 1 min read >
Apa itu Aset

Dalam dunia bisnis, aset merupakan elemen pokok yang harus ada. Termasuk pada jenis, serta apa itu aset dan kegunaannya dalam pelbagai industri. Memahami definisi aset bisa menghindari pelaku bisnis dari miskonsepsi, guna menilai dan menakar kepemilikan aset.

Oleh karena itu, artikel ini akan menjelaskan perihal apa itu aset, dan fungsinya di dalam bisnis.

Apa Itu Aset?

Pada dasarnya, aset merupakan kekayaan berisi uang atau disamakan dengan benda lainnya yang berwujud. Aset juga dipandang sebagai saldo normal debit, sebagai sumber ekonomi yang punya banyak manfaat untuk keberlangsungan usaha.

Aset bisa menjadi tolak ukur dalam melihat potensi serta kapasitas sebuah perusahaan, dalam menjalankan fungsinya. Namun dari definisi di atas maka jelas, jika aset bukan hanya berupa nominal uang melainkan benda lain yang memiliki nilai.

·  Jenis Aset berdasarkan Fisik

Aset memiliki beberapa jenis yang diklasifikasikan berdasarkan golongan-golongan tertentu. Klasifikasi pertama, dibedakan berdasarkan keberadaan atau kondisi fisik yang juga dibagi ke dalam dua jenis yaitu berwujud dan tidak berwujud.

Aset berwujud terdiri dari apa saja yang dapat dilihat dan dirasakan langsung seumpama rumah, alat, kantor, tanah, emas atau benda lain yang memiliki nilai. Beda halnya dengan aset tak berwujud yang tak bisa dilihat seperti hak paten, merek dagang, hak cipta atau ragam kekayaan intelektual lainnya.

·  Aset berdasarkan Konvertibilitas

Berikutnya adalah jenis aset yang dibedakan berdasarkan konvertibilitas atau dua golongan yang lebih spesifik, yakni aset lancar dan aset tidak lancar. Aset tidak lancar adalah aset yang sulit untuk diubah atau dikonversi ke bentuk berbeda.

Contoh aset ini adalah merek dagang, tanah, mesin, alat atau bangunan dan sejenisnya. Jenis aset ini bersifat tetap beda halnya dengan aset lancar yang proses konversinya tak cukup sulit untuk diubah ke bentuk lain.

Jenis aset ini sebenarnya memiliki sejumlah penyebutan seperti aset likuid juga current assets. Contoh jenis aset ini ialah deposito surat berharga, piutang dagang, barang dagangan dan sejenisnya.

Mengapa Klasifikasi Aset Penting?

Seluruh sektor bisnis baik menengah maupun besar, penting untuk mengetahui klasifikasi aset dalam menakar kondisi perusahaan. Aset ini nantinya akan dibagi oleh perusahaan untuk menganalisa manajemen resiko atau solvabilitasnya.

Kendati demikian, penting untuk sebuah bisnis start up yang baru berkembang atau bahkan bersifat individu untuk memahami sistem klasifikasi aset yang ada. Soal sifatnya, aset berkaitan erat dengan nilai ekonomi, kepemilikan serta sumber daya yang ada dalam satu perusahaan, apapun kelasnya.

Dari definisi di atas pula, dapat dipahami juga aset memiliki nilai ekonomi yang mungkin untuk diperjualbelikan dan menambah kekayaan. Dalam penggunaan misalnya, aset operasi menjadi kebutuhan sehari-hari yang bisa digunakan baik untuk kepentingan bisnis maupun pribadi. Aset yang memungkinkan untuk digunakan adalah barang dagang, hak paten atau kekayaan intelektual sejenis.

Ada pula, aset non operasi yang manfaatnya bisa dirasakan dalam kehidupan sehari-hari macam pelbagai investasi, bunga deposito dan surat berharga lainnya. Apapun jenisnya, aset tetap memiliki peran utama sebagai kepemilikan yang punya nilai guna yang besar.

Apa itu aset serta ragam jenis yang disebutkan di atas, bisa digunakan perusahaan pada pelbagai skala tak hanya untuk menganalisa solvabilitas, tapi juga perlindungan dalam hal finansial baik dalam jangka panjang maupun jangka pendek.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *