Smart Money

5 Tips Menyusun Rencana Keuangan Keluarga

Bagaimana Anda menjaga keuangan keluarga Anda stabil? Dalam sebuah rumah tangga, yang umumnya mengatur keuangan keluarga adalah istri, namun tidak ada salahnya...

Written by Yoko Widito · 2 min read >
tips-menyusun-rencana-keuangan-keluarga-1

Bagaimana Anda menjaga keuangan keluarga Anda stabil? Dalam sebuah rumah tangga, yang umumnya mengatur keuangan keluarga adalah istri, namun tidak ada salahnya seorang suami juga turut bekerja sama membantu mengelola keuangan. Salah satu yang bisa Anda berdua lakukan dalam mengelola keuangan adalah dengan membuat sebuah perencanaan keuangan keluarga.

Mengapa perencanaan keuangan keluarga begitu penting?

Dengan adanya perencanaan keuangan yang matang membuat pasangan suami istri dapat berpikir lebih realistis dan mulai mempertimbangkan semua biaya yang dikeluarkan. Dengan demikian, keuangan akan jauh lebih terkontrol dan  pengeluaran tidak akan lebih besar dari pendapatan. Sehingga keluarga akan mempunyai sisa dana yang dapat digunakan untuk kebutuhan di masa depan.

Untuk mempermudah Anda dalam mengatur rencana keuangan untuk keluarga, berikut ini kami akan membagikan  5 tips yang bisa Anda lakukan dalam membuat dan mengatur rencana keuangan keluarga Anda.

1. Total Jumlah Pendapatan Keluarga

tips-menyusun-rencana-keuangan-keluarga-1

Ini adalah hal pertama yang harus Anda lakukan, yaitu membuat rincian berapa jumlah total pendapatan yang ada dalam satu keluarga. Ini sangat penting apabila sumber pendapatan lebih dari 1, seperti pendapatan istri (apabila bekerja) atau mungkin pendapatan dari bidang lain seperti usaha sampingan ataupun hasil investasi. Dalam perencanaan keuangan keluarga, suami dan istri harus terbuka tentang jumlah penghasilan mereka. Tuliskan berapa total  jumlah pendapatan dalam satu bulan.

2.Catat Pengeluaran Tiga Bulan Terakhir.

Setelah Anda mengetahui berapa total jumlah pendapatan dalam satu bulan, maka Anda juga harus juga  mengetahui berapa total pengeluaran dalam satu bulan dengan melakukan pencatatan semua biaya yang dikeluarkan dalam tiga bulan terakhir. Ini dilakukan untuk mengetahui berapa rata-rata pengeluaran dalam satu bulan. Pada umumnya pengeluaran pada satu bulan dan bulan berikutnya tidak akan terlalu jauh berbeda. Ada pengecualian untuk pengeluaran hal hal yang sifatnya mendadak ataupun urgent, seperti misalnya sakit, pulang kampung atau melahirkan. Biaya biaya ini tidak bisa dimasukkan sebagai pengeluaran bulanan.

Masukkan semua biaya yang dikeluarkan dalam tiga bulan terakhir seperti makan sehari hari, listrik, air, telepon, biaya internet, sewa rumah, transportasi, tunjangan anak-anak, uang sekolah, peralatan rumah tangga, peralatan rias, gaji ART (bila ada), asuransi, hutang, dsb. Dengan melakukan pendataan seperti ini Anda bisa memperoleh berapa jumlah rata-rata pengeluaran keluarga dalam setiap bulannya.

Dengan melakukan pendataan ini, Anda juga dapat melihat beberapa permasalahan yang terjadi dalam keuangan rumah tangga, seperti pengeluaran yang diatas pendapatan ataupun kesalahan dalam pengelolaan. Selain untuk membuat perencanaan keuangan, pendataan ini juga penting untuk evaluasi.

Lalu bagaimana dengan keluarga baru yang ingin melakukan perencanaan keuangan keluarga sejak dini? Tentu saja bisa dengan menerapkan pedoman diatas. Namun harus diingat bahwa, pada umumnya, pada bulan bulan awal pernikahan pengeluaran akan sedikit lebih tinggi karena pada saat itu sedang terjadi perpindahan dari status single menjadi suami/istri. Jadi akan ada biaya biaya yang cukup besar seperti sewa rumah dan membeli perabot rumah tangga.

3.Membuat Skala Prioritas

tips-menyusun-rencana-keuangan-keluarga-2

Dalam membuat sebuah perencanaan keuangan keluarga, suami dan istri harus bisa saling bertukar pikiran untuk mendiskusikan prioritas untuk membelanjakan uang keluarga. Keterbukaan keuangan dalam menentukan skala prioritas ini akan bisa memotivasi suami untuk lebih aktif mencari rejeki apabila ternyata dari gaji bulanan tidak dapat mencukup kebutuhan bulanan. Apabila dalam keluarga sudah memiliki anak dengan umur yang cukup matang, mereka juga dapat diundang untuk membahas mengenai perencanaan keuangan. Ini cukup efektif supaya anak dapat mengerti kalau mereka mungkin merasa kalau uang saku mereka kurang atau ada beberapa peralatan sekolah atau belajar yang belum dapat terbeli pada bulan sebelumnya.

Anda bisa membuat sebuah skala prioritas bersama sama dengan keluarga yang terbagi dalam tiga kategori, yaitu :

  1. Kebutuhan yang mendesak
  2. Kebutuhan namun tidak mendesak
  3. Keinginan

Contoh penerapannya adalah sebagai berikut:

  1. Kebutuhan mendesak : Sandang, Pangan dan Papan.
  2. Kebutuhan namun tidak mendesak : Mesin cuci, kompor gas ataupun pompa air.
  3. Keinginan : Gaun ataupun gamis terbaru. Kategori ini bisa dipenuhi setelah kategori pertama dan kedua sudah terpenuhi.

Baca juga : Ini Dia 5 Cara Hidup Hemat Yang Wajib Diketahui

 

4.Rencanakan Masa Depan

Jika dalam waktu satu bulan dan ternyata masih ada uang yang tersisa, maka Anda bisa menyimpannya untuk masa depan. Misalkan untuk tabungan pendidikan ataupun melakukan investasi. Ini bisa anda lakukan setelah uang sisa yang ada Anda kumpulkan, setelah mencukupi Anda bisa melakukan beberapa hal yang sudah disepakati bersama. Sebagai contoh, melakukan investasi tanah yang bisa digunakan di kemudian hari, atau kalau masih terlalu mahal bisa melakukan investasi emas yang masih lebih terjangkau.

5.Konsisten

tips-menyusun-rencana-keuangan-keluarga-3

Ini adalah langkah yang paling sulit, melakukan pendataan dan perencanaan dalam keuangan keluarga. Anda harus konsisten dengan apa yang sudah Anda rencanakan pada langkah langkah sebelumnya. Kerjasama yang baik antara pasangan dan anak akan membuat perencanaan ini bisa berjalan dengan lancar. Jangan lupa untuk mencatat semua pengeluaran yang ada supaya bisa menjadi evaluasi pada bulan bulan berikutnya. Sebisa mungkin selalu siapkan dana untuk keadaan darurat seperti sakit ataupun hal tidak terduga lainnya.

tips-menyiapkan-dana-darurat-4

Tips Menyiapkan Dana Darurat

Yoko Widito in Smart Money
  ·   2 min read

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *