Info Wisata

Uklam-uklam Heritage Kayutangan, Tempat Keren di Malang

Uklam-uklam Heritage Kayutangan – Sebuah jargon yang akrab di kalangan masyarakat hits Malang yakni uklam-uklam heritage Kayutangan yang memiliki makna jalan-jalan ke...

Written by Rachmad · 3 min read >
Uklam-uklam Heritage Kayutangan (1)

Uklam-uklam Heritage Kayutangan – Sebuah jargon yang akrab di kalangan masyarakat hits Malang yakni uklam-uklam heritage Kayutangan yang memiliki makna jalan-jalan ke kampung Kayutangan perlahan mulai hits baik di dunia nyata maupun di dunia maya. Mulai hits sejak dibuka pada bulan April 2018, perlahan namun pasti tempat ini digadang menjadi destinasi wisata alternatif di Malang yang menyuguhkan spot-spot foto ikonik karena di kampung Heritage Kayutangan terdapat banyak sekali rumah peninggalan era kolonial Belanda yang benar-benar dijaga keasliannya.

Bagi penggemar barang-barang vintage, desa wisata kayutangan tentu menjadi surga karena terdapat banyak barang-barang kuno yang memanjakan mata para pecinta suasana tempo dulu. Bagi pemburu spot foto instagram, lokasi ini juga cocok karena terdapat banyak spot ikonik seperti terowongan semeru, pohon kayutangan yang menjadi ikon desa ini, atau ke pasar krempyeng.

Wisata Tanpa Keluar Kota

Uklam-uklam Heritage Kayutangan (2)

Tanpa harus keluar kota malang untuk melepas penat, lokasi kampung Heritage Kayutangan berada di jalan Basuki Rahmad dapat menjadi alternatif destinasi wisata karena anda tidak harus keluar kota Malang bagi yang memiliki sedikit waktu senggang tempat ini sangat cocok untuk sekedar menjauh dari hiruk pikuk kesibukan anda. Terdapat banyak sekali barang-barang kuno mulai dari radio, televisi hingga peralatan makan yang memiliki gaya era kolonial Belanda.

Kayutangan sendiri merupakan jantung kota pada saat era pendudukan Belanda sehingga wajar saja jika banyak terdapat rumah-rumah kuno, beberapa bahkan masih asli bangunan yang dibangun pada masa kolonial. Berbeda dengan rumah-rumah tua di jalan Ijen yang merupakan rumah-rumah besar khas belanda yang memiliki halaman luas dan bangunan yang besar, perkampungan di jalan Basuki Rahmad ini sebagian besar merupakan bangunan sederhana khas arsitektur era kolonial yang diklaim merupakan perumahan untuk masyarakat yang hingga kini masih terjaga dengan baik.

Sekedar Sarapan Hingga Mengulik Sejarah

Uklam-uklam Heritage Kayutangan (3)

Rumah-rumah warga yang menjadi objek wisata Uklam-uklam Heritage Kayutangan, sering dijadikan tempat berswafoto, bahkan jika pemiliknya sedang berada di rumah kita bisa meminta ijin untuk masuk dan menikmati suasana rumah yang benar-benar dijaga suasananya agar pengunjung  bisa merasakan aura tempo dulu yang menjadi daya tarik kampung wisata ini.

Meskipun kampung wisata ini bernuansa tempo dulu sayangnya tidak banyak yang sejarah yang bisa digali dari warga kampung tersebut selain dari sejarah rumah yang acap kali diceritakan saat menemani para wisatawan yang ingin menikmati sarapan di rumah tersebut.

Padahal jika ingin menggali lagi sejarah yang lebih dalam dari daerah Kayutangan ini bisa diketahui bahwa pada abad ke-13, hutan Kayutangan menjadi tempat persembunyian Ken Arok tatkala ia diburu Oleh Tunggul Ametung. Awal mula modernisasi daerah ini terjadi sekitar abad 18 ketika rombongan Belanda yang hendak mendirikan pemukiman untuk orang-orang Eropa. Lokasi kayutangan sendiri yang terletak tak jauh dari alun-alun menjadikannya pusat bisnis di Malang pada masa itu.

Bernostalgia Bersama Keluarga

Uklam-uklam Heritage Kayutangan (4)

Bagi anda yang sudah berkeluarga, lokasi wisata ini juga cocok untuk mengenalkan hal-hal yang berkaitan dengan era kolonial yang merupakan sebuah pengetahuan dan sejarah yang tidak boleh dilupakan begitu saja oleh generasi penerus bangsa. Kegiatan uklam-uklam heritage kayutangan dapat menjadi sebuah agenda mengenalkan segelintir sejarah perkembangan bangsa yang sangat penting untuk terus diingat dan dilestarikan oleh generasi mendatang.

Dengan melakukan uklam-uklam Heritage Kayutangan diharapkan generasi-generasi mendatang dapat semakin menghargai bukti-bukti peristiwa sejarah yang terjadi di Indonesia. Wilayah ini telah menjadi saksi bisu peristiwa sejarah mulai dari era kerajaan hingga era kolonial.

Potensi Yang Semakin Berkembang

Uklam-uklam Heritage Kayutangan (5)

Pengembangan dan pemeliharaan desa wisata ini terus dilakukan hingga saat ini, dengan memanfaatkan tiket biaya masuk kampung sebesar 10 ribu, warga kampung Kayutangan memanfaatkannya untuk menjaga kebersihan dan keindahan lingkungan desa wisata ini. Semenjak dibukanya desa ini sebagai desa wisata semakin mengedukasi warga untuk semakin mempelajari sejarah wilayah ini, tak hanya silsilah dan sejarah rumah yang ditempati warga sendiri.

Dipugarnya desa ini menjadi destinasi wisata, pelan namun pasti turut mengangkat perekonomian warga sekitar, banyak juga warga yang mulai menjual aneka makanan khas seperti rengginang, marning dan aneka jajanan khas lainnya. Selain itu semakin berkembangnya ekonomi membuat pasar krempyeng yang merupakan tempat berdagang kebanyakan warga dipugar agar lebih memudahkan warga dan wisatawan yang hendak mencari oleh-oleh dari kampung Kayutangan.

Memang destinasi wisata yang satu ini masih tergolong muda karena baru dibuka pada tahun 2018 lalu, sehingga masih butuh banyak penambahan disana-sini, terutama saat ini yang terus ditingkatkan adalah manajemen dari desa wisata ini sehingga wilayah ini semakin hari semakin indah dan nyaman untuk dijadikan lokasi pelepas lelah saat akhir pekan. Destinasi uklam-uklam heritage Kayutangan yang semakin populer diharapkan dapat menjadi Malioboro dan Braganya Malang.

Melestarikan Sejarah Dengan Uklam-uklam Heritage Kayutangan

Jargon Uklam-uklam Heritage Kayutangan bermula dari acara tahun kedua setelah pembukaan lokasi desa wisata ini, dengan nama acara yang sama dengan jargon ini, bertujuan untuk memikat generasi muda untuk semakin akrab dan mengenal sejarah Indonesia umumnya dan sejarah Malang khususnya.

Sebenarnya sebelum gelaran acara tahun 2019 ini sudah banyak pemuda malang yang menggunakan istilah ini untuk mengajak teman-temannya singgah menikmati indahnya desa wisata Kayutangan. Namun puncaknya jargon ini dipakai sebagai nama acara yang digelar pada 31 Agustus 2019 lalu, hingga saat ini jargon ini selalu dipakai oleh para pemuda malang. Niat melestarikan sejarah dan semakin mengenalkan daerah Kayutangan ini mulanya tidak terlalu dilirik oleh warga desa Kayutangan sendiri yang menilai kegiatan yang hanya sekedar foto-foto dikampung tidak akan berdampak besar terhadap minat sejarah kaum muda daerah Malang. Pelan namun pasti semakin bertambahnya pengunjung tiap pekannya membuat warga desa Kayutangan turut mendukung pemugaran desa ini sebagai desa wisata.

Bagi para wisatawan berkunjung di desa wisata Kayutangan menjadi sebuah sarana refreshing dan juga sedikit demi sedikit menambah pengetahuan sejarah wilayah ini. Bagi warga desa Kayutangan, banyaknya pengunjung menjadi berkah tersendiri karena dapat menjadi salah satu sumber rejeki dari para warga desa Kayutangan. Tak hanya faktor ekonomi yang turut membuat warga desa Kayutangan yang kooperatif terhadap pemugaran desa wisata ini, namun lambat laun warga juga turut menyadari mulai pudarnya minat akan sejarah bangsa yang dimiliki oleh kaum muda bangsa ini.

Baca juga : Belajar Budaya Jawa di Museum Ullen Sentalu

Mulanya destinasi desa wisata Kayutangan kurang digemari oleh kebanyakan kaum muda daerah malang karena mereka menilai kegiatan wisata di tempat kuno itu membosankan, namun seiring waktu dan semakin banyaknya spot instagramable yang tersembunyi di desa wisata Kayutangan memancing rasa penasaran banyak kaum muda Malang untuk mengintip seperti apa sebenarnya lokasi ini.

Meningkatnya wisatawan baik dari kota Malang maupun dari luar daerah seperti Surabaya, Bali dan Banyuwangi membuat warga harus berusaha memanajemen desa wisata ini agar dapat menjadi citra baik bagi daerah Malang.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *