Info Wisata

Hutan Pinus Mangunan Bantul, Zona Hijau yang Menyegarkan Mata dan Jiwa

Pohon pinus mudah beradaptasi di lingkungan dan tanah jenis apa saja, hal inilah yang menjadi cikal bakal hutan pinus yang ada di...

Written by Bambang Winarso · 3 min read >
Hutan Pinus Mangunan Bantul

Pohon pinus mudah beradaptasi di lingkungan dan tanah jenis apa saja, hal inilah yang menjadi cikal bakal hutan pinus yang ada di Mangunan yang dulunya merupakan kawasan dengan tanah yang tandus.

Hutan dan Deforestasi

Peranan hutan sangat krusial untuk kelangsungan kehidupan di dunia. Hutan menyediakan oksigen untuk sebagian besar makhluk hidup. Hutan sendiri juga menjadi bagian dari ekosistem dimana berbagai jenis makhluk hidup baik tumbuhan maupun hewan ada di sana.

Hutan Pinus  Mangunan Bantul

Deforestasi tanpa penghijauan kembali merupakan momok penting yang bertanggung jawab akan menyusutnya jumlah hutan dari tahun ke tahun. Tujuan dari deforestasi antara lain untuk membuka lahan industri, pemukiman, hingga lahan tambang.

 Khususnya untuk pembukaan hutan yang dipergunakan untuk lahan tambang dimana lahan yang digunakan bersifat sementara, sangat rawan sekali terjadinya deforestasi tanpa adanya penghijauan kembali. Kebanyakan penambang liar seperti PETI (Penambangan Emas Tanpa Izin) biasanya akan meninggalkan lahanya apabila sudah tidak digunakan lagi. Lahan yang sudah ditinggalkan itu perlahan-lahan akan berubah menjadi lahan yang tandus.

Lahan yang tandus biasanya termasuk tanah yang bergradasi buruk, tingkat pH-nya maupun kandungan mineralnya tidak memngkinkan untuk ditumbuhi beberapa jenis tanaman hingga untuk menghijaukan kembali tentu akan lebih susah. Tanah dengan gradasi buruk tentu akan susah dimanfaatkan ulang, bahkan untuk sekedar mendirikan bangunan di atasnya sangat tidak disarankan.

Hutan Pinus  Mangunan Bantul

Untuk meningkatkan kembali mutu dari tanah yang tadus, salah satu caranya adalah dengan melakukan penghijauan. Tentunya tidak sembarang penghijauan, karena menyuburkan kembali tanah yang tandus itu tentu perlu cara yang ekstra dibandingkan menyuburkan tanah yang sebelumnya hanya gundul saja.

Pohon Pinus Sebagai Salah Satu Sarana Reboisasi

Pinus hidup bergerombol, itulah yang menyebabkan pinus merupakan opsi yang bagus sebagai tumbuhan pagar alam. Pinus sangat mudah beradaptasi bahkan pada kondisi cuaca yang lumayan ekstrim, bahkan beberapa jenis dari tumbuhan pinus dapat tumbuh setelah kebakaran hutan.

Karena memiliki akar yang merupakan akar tunggang, pohon pinus dapat hidup di tanah dengan tekstur ringan seperti tanah berpasir. Kondisi akar pohon pinus juga beragam sehingga pinus bisa hidup di kondisi asam maupun basa.

Hutan Pinus  Mangunan Bantul

Karena sifat invasif dan agresifnya itu tumbuhan hidup dapat bereproduksi dengan cepat dan dalam jumlah banyak sehingga menjadi pilihan yang bagus untuk penghijauan lahan.

Namun tidak semua jenis lahan bisa ditumbuhi pinus, biasanya pinus akan tumbuh di daerah resapan air karena kondisi akar tunggangnya itu bisa menghisap seluruh unsur hara dan air di kawasan tempat pinus tumbuh.

Pinus termasuk jenis pohon yang berumur panjang ditambah dengan sifat invasif dan agresifnya serta hampir semua bagian pinus bisa dimanfaatkan, membuat pinus menjadi pilihan yang baik untuk dijadikan investasi masa depan.

Untuk menjaga kelestarianya maka dibuatlah wisata hutan pinus. Konservasi dari hutan pinus itu sendiri selain untuk memenuhi kebutuhan industri juga memiliki daya tarik untuk dijadikan tempat wisata. Pemeliharaan hutan pinus sebagai tempat wisata akan menjadi sarana pemberdayaan bagi masyarakat di sekitarnya.

Hutan Pinus Manungan Sebagai Tempat Wisata

Hutan Pinus Mangunan berlokasikan di desa sudimoro, kelurahan muntuk, kecamatan dlingo, kabupaten bantul, provinsi daerah istimewa Yogyakarta.

Sebelum menjadi kawasan hutan seperti sekarang, dahulunya Hutan pinus Mangunan merupakan kawasan tanah kering dan berkapur dengan kandungan unsur hara dan mineral pada tanahnya cukup rendah. Hal ini disebabkan oleh pembukaan hutan yang terjadi berpuluh-puluh tahun yang lalu.

Hutan Pinus  Mangunan Bantul

 Setelah itu, oleh Pemerintah daerah Bantul sendiri melalui Perhutani, kawasan tandus ini diubah menjadi Resort Pengelolaan Hutan (RPH) dengan melakukan reboisasi secara bertahap.

Terdapat berbagai spesies pepohonan yang ditanam oleh pemerintah di lahan seluas 500 hektar ini, diantaranya ada pinus,kayu putih, akasia, kemiri, dan mahoni. Namun, dengan sifat invasifnya sampai sekarang tanaman pinus yang mendominasi kawasan hutan ini.

Secara umum hutan pinus yang dimaksudkan, tumbuh di beberapa desa. Hutan Manungan adalah salah satu dari hutan yang tergabung dalam RSH milik pemerintah. Walaupun secara administrasi Hutan ini tidak terletak di wilayah Imogori, namun karena memang berbatasan langsung, banyak dari masyarakat yang mengenal hutan ini sebagai Hutan Imogiri.

Tidak hanya fokus dengan hutan pinus sebagai fungsi hutan saja, pemerintah dibantu masyarakat telah membangun fasilitas dalam sektor pariwisata seperti toilet, Gardu Padang, theater yang menyatu dengan alam, warung-warung masyarakat sekitar yang bisa Anda jadikan rest area dikala sudah penat berjalan

Anda tidak perlu takut kehabisan uang, karena disini Anda bisa mendapatkan jajanan murah meriah di warung-warung masyarakat.

Bagi Anda yang muslim, Anda perlu repot mencari tempat beribadah jika sudah masuk waktu sholat, karena di sini juga sudah difasilitasi dengan mushola lengkap dengan tempat wudhu.

Anda juga akan menemukan resort dengan nilai sejarah. Di Hutan Pinus Mangunan, Anda akan menemukan mata air yang bernama Mata Air Bekung. Konon dulunya mata air ini me tempat Sultan Agung Hanyakrakusuma bertapa.

Persiapan Sebelum Berlibur ke Hutan Pinus Mangunan

Sebelum pergi berlibur hendaknya Anda sudah bersiap-siap terlebih dahulu. Berikut ini adalah persiapan yang bisa Anda lakukan sebelum pergi berlibur ke Wisata Hutan Mangunan:

  1. Selalu Menjaga Kesehatan dan Keselamatan Saat akan Bepergian

Kesehatan tetaplah menjadi perhatian nomor satu karena bagaimanapun Anda akan melakukan aktivitas di luar ruangan. Bawalah obat-obatan sebagai persiapan kalau saja terjadi hal-hal yang tidak bisa diperhitungkan sebelumnya, begitu juga kotak P3K atau Toolkit Darurat.

  1. Jagalah Selalu Kebersihan

Sebagai tempat wisata Alam hendaknya memang kebersihan adalah yang perlu ditonjolkan. Oleh karena itu tetap jaga kebersihan dengan tidak membuang sampah sembarangan.

  1. Perhatikan Barang Bawaan Anda

Jangan membawa banyak barang karena nantinya akan menyusahkan Anda. Lebih baik jika Anda hanya membawa barang seperlunya saja. Jangan lupa untuk membawa kartu pengenal ya!.

  1. Berhati-hati dengan Api

Jika berada di kawasan hutan, hendaknya agar Anda mengurangi merokok atau lebih baiknya tidak merokok dulu sementara. Puntung rokok yang Anda buang bisa saja menimbulkan kecelakaan atau bencana seperti kebakaran hutan. Selain itu berhati-hati juga dengan sumber api yang lainya.

  1. Persiapkan Pakaian Hangat

Siapkan pakaian hangat seperti jaket, sweater, sarung tangan dan lain-lain. Anda akan berada di kawasan lembab, jika Anda tidak tahan dengan dingin tentunya itu akan mempengaruhi liburan menyenangkan Anda.

  1. Kendaraan Pribadi

Karena wilayahnya yang tak dilewati angkutan umum, ada baiknya Anda menggunakan kendaraan pribadi. Atau, Anda juga bisa menyewa seorang guide, dan tentu saja jangan lupa untuk menyiapkan uang parkir ya!

  1. Persiapkan Bekal

Persiapkan bekal makanan sendiri untuk berjaga-jaga kalau-kalau Anda tidak menemukan warung-warung yang menjajakan makanan. Karena biasanya Anda hanya bisa menemukan warung-warung warga di tepi jalan-jalan besar.

  1. Berdoalah Sebelum memulai liburan

Berdoalah untuk keselamatan Anda, keluarga, atau teman-teman Anda selama perjalanan sampai pulang kembali ke rumah

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *