Info Sehat

Penyebab dan Gejala dari Alergi Makanan

Alergi makanan disebabkan oleh reaksi sistem kekebalan tubuh terhadap protein yang terdapat dalam makanan yang telah dikonsumsi oleh penderitanya. Sistem pertahanan tubuh...

Written by Agung Sanjaya · 3 min read >
Penyebab dan Gejala dari Alergi Makanan

Alergi makanan disebabkan oleh reaksi sistem kekebalan tubuh terhadap protein yang terdapat dalam makanan yang telah dikonsumsi oleh penderitanya. Sistem pertahanan tubuh anda akan menyerang zat tersebut layaknya patogen, seperti bakteri atau virus, alhasil alergi makanan pun terjadi.

National Institute of Allergy and Infectious Disease memperkirakan bahwa alergi makanan menjangkiti sebanyak 250 hingga 550 juta orang di seluruh dunia, baik itu di negara berkembang maupun maju.

Gejala Alergi Makanan

Terdapat gejala yang ringan, sedang, dan berat, tergantung dari setiap orang yang tengah mengalaminya. Meskipun tidak semua orang bisa memiliki gejala yang sama, tetapi terdapat pula gejala-gejala yang paling umum muncul terhadap orang yang tengah menderita alergi makanan seperti:

  • Kesemutan di mulut
  • Sensasi terbakar di area bibir dan mulut
  • Bibir dan wajah kemungkinan akan membengkak
  • Ruam kulit
  • Kulit juga bisa terasa gatal dan/atau bernoda.
  • Mengi
  • Mual
  • Diare
  • Hidung meler
  • Mata mengalir

Gejala Anafilaksis

Anafilaksis artinya reaksi alergi yang parah. Biasanya terjadi sesaat setelah anda terpapar alergen tertentu dan bisa berlangsung hingga berjam-jam lamanya.

Tanda dan gejalanya biasanya datang dan memburuk dengan cepat, yang beberapa diantaranya berupa:

  • Turunnya tekanan darah yang drastis
  • Rasa takut dan kekhawatiran
  • Tenggorokan gatal dan geli
  • Mual
  • Masalah pernafasan, yang seringkali menjadi lebih parah secara progresif.
  • Gatal di kulit. Ruam pun bisa menyebar dengan cepat di hampir seluruh tubuh anda
  • Mengi
  • Air mata dan hidung meler
  • Takikardia (detak jantung yang cepat)
  • Tenggorokan, bibir, wajah, dan mulut membengkak secara cepat
  • Muntah-muntah
  • Hilang kesadaran.

Penyebab Alergi Makanan

Menurut Layanan Kesehatan Nasional di Inggris menyebutkan bahwa kebanyakan makanan penyebab reaksi alergi bagi anak-anak diantaranya kacang tanah, gandum, kacang kedelai, susu, dan telur.

Sementara pada orang dewasa bisa disebabkan oleh jenis ikan tertentu, kacang tanah, kerang, lobster, kepiting, udang, kacang pohon seperti almond, dan lain sebagainya.

Tetapi terdapat pula makanan-makanan yang paling umum memicu reaksi alergi dan sudah dikenal sebagai sebutan “big eight” di luaran sana diataranya:

  • Telur
  • Ikan
  • Susu
  • Kacang pohon (termasuk kacang hazel, kenari, almond, dan kacang Brazil).
  • Kacang tanah
  • Seafood (termasuk udang, kerang, dan kepiting).
  • Kedelai
  • Gandum

Beberapa negara Eropa menambahkan beberapa jenis makanan sebagai penyebab reaksi alergi diantaranya wijen, seledri, lupin (sejenis polong-polongan), dan mustar.

Perbedaan Alergi dan Intoleran

Kebanyakan orang mungkin berpikir bahwa alergi makanan sebenarnya adalah bentuk dari intoleransi terhadap makanan tertentu, padahal keduanya merupakan jenis kondisi kesehatan yang berbeda.

Intoleransi terhadap makanan pasalnya tidak memiliki keterkaitan dengan antibodi E atau IgE, meskipun bagian dari sistem kekebalan tubuh anda yang lainnya mungkin masih terlibat.

Kedua jenis kondisi ini sebagian besar memang memiliki gejala yang hampir sama, tetapi berbeda dengan alergi makanan yang hanya merespon terhadap protein, intolereansi terhadap makanan jauh lebih melebar. Biasanya disebabkan karena protein, bahan kimia, karbohidrat dalam makanan, kekurangan enzim tubuh atau permeabilitas usus terganggu.

Orang-orang yang menderita intoleransi masih bisa mengkonsumsi jenis makanan penyebab alergi dalam jumlah yang sangat kecil, kecuali penyakit Celiac.

Penyebab dan Gejala dari Alergi Makanan

Untuk lebih jelasnya, berikut beberapa kondisi yang biasanya disalahartikan sebagai alergi makanan, diantaranya:

  • Seseorang yang tidak memiliki enzim (atau kekurangan enzim) dapat menyebabkan kesulitan saat mencerna makanan. Seperti contohnya sebuah kondisi intoleransi terhadap laktosa yang bisa menyebabkan diare, buang gas, kram, dan perut kembung.
  • Sindrom Iritasi Usus (IBS – Irritable Bowel Syndrome). Kondisi jangka panjang atau kronis yang penderitanya mengalami diare, konstipasi, dan sakit perut. Mereka yang tengah menderita IBS juga seringkali merasa intoleran terhadap karbohidrat dari makanan fermentasi.
  • Sensitivitas Aditif Makanan. Kondisi tubuh seseorang yang intoleran terhadap bahan aditif seperti sulfit, yang mana digunakan untuk mengawetkan buah-buahan kering atau makanan kalengan.
  • Faktor Psikologis. Beberapa orang mungkin akan merasakan muak dan mual sesaat mereka memikirkan jenis makanan tertentu. Belum ada penelitian yang mampu mempelajari kondisi ini.
  • Penyakit Celiac. Kondisi autoimun terkait saluran pencernaan kronis yang disebabkan karena mengkonsumsi gluten. Mereka yang tengah menderitanya mungkin mengalami diare, sakit perut, dan perut kembung, meskipun beberapa diantaranya bisa bersifat tanpa gejala. Penyakit ini masih terkait dengan reaksi sistem kekebalan tubuh, tetapi para ahli kesehatan mengelompokkannya ke dalam intoleransi, dan bukanlah alergi.

Sementara pada alergi makanan, mereka yang memiliki kondisi ini tidak akan mampu mengkonsumsi jenis makanan tertentu meskipun hanya secuil. Jika dipaksakan, penderitanya akan mengalami vertigo, pusing, pingsan, gatal-gatal, masalah pernafasan, bengkak di berbagai macam area tubuh seperti tenggorokan, lidah, dan wajah.

Siapa yang Beresiko Terkena Alergi Makanan?

Hampir setiap orang beresiko mengalami alergi makanan. Tetapi secara spesifik kami bagi ke dalam 4 kelompok, diantaranya:

  • Riwayat Keluarga. Para peneliti juga percaya bahwa beberapa bentuk alergi makanan bisa disebabkan oleh gen yang didapatkan dari orang tua mereka. Seperti contohnya, mereka yang memiliki orang tua atau saudara yang alergi terhadap kacang tanah cenderung beresiko 7 kali lebih tinggi memiliki alergi makanan lainnya.
  • Efek dari alergi lain. Mereka yang tengah menderita asma atau dermatitis atopik juga memiliki resiko yang sangat tinggi mengembangkan alergi makanan dibandingkan dengan orang-orang yang tidak memiliki jenis alergi apapun.
  • Kondisi saat bayi. Penelitian juga telah memperlihatkan bahwa bayi yang terlahir dengan cara cesar, bayi yang diberikan antibiotik saat melahirkan atau di bawah satu tahun, dan mendapatkan kerterlambatan pengenalan makanan tertentu setelah 7 bulan, semua kondisi tersebut cenderung dapat beresiko tinggi mengakibatkan alergi makanan suatu hari nanti.
  • Bakteri usus. Penelitian menunjukkan bahwa bakteri dalam usus pada orang dewasa mengalami perubahaan saat mereka menderita alergi musiman. Secara khusus, mereka cenderung memiliki tingkat bakterioid yang lebih tinggi dan dengan kadar Clostridiales yang lebih rendah. Saat ini para ilmuwan tengah berusaha dalam menentukan apakah pengaruh bakteri usus dapat membantu mencegah atau bahkan mengobati reaksi alergi.

Tidak ada pengobatan sebaik pencegahan, salah satunya adalah untuk tidak mengkonsumsi makanan yang menjadi penyebab anda terkena alergi. Buatlah daftar pantrangan makanan dan hindarilah sebisa mungkin.

Tetapi bagi anda yang sudah terlanjur mengkonsumsinya dan mengalami reaksi alergi, untuk perawatan darurat dokter anda akan memberikan beberapa jenis obat-obatan:

  • Obat ini bisa berupa gel, cairan, atau tablet. Obat ini biasanya efektif bagi pasien yang mengalami reaksi alergi ringan hingga sedang. Histamin sendiri merupakan sejenis bahan kimia yang dapat membuat gejala alergi muncul, sementara antihistamin digunakan untuk menghalangi efek tersebut.
  • Epinefrin (adrenalin). Obat ini digunakan bagi mereka yang tengah menderita alergi makanan dan mengarah ke anafilaksis. Epinefrin sendiri akan menjaga tekanan darah anda tetap naik dengan cara menyempitkan pembuluh darah, serta meredakan saluran udara.

Dengan begitu, bagi anda yang selalu menderita alergi makanan diharapkan untuk selalu membawa kedua jenis obat di atas. Pastikan juga obat tersebut telah diresepkan oleh dokter.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *