Info Sehat

Penyebab dan Cara Mengobati Tinnitus

Seseorang yang tengah mengalami tinnitus seringkali mendengar suara dering di telinga. Tetapi, terdapat pula gejala lainnya seperti suara mendesis, mengklik, ataupun bersiul....

Written by Irfan · 3 min read >
Penyebab dan Cara Mengobati Tinnitus

Seseorang yang tengah mengalami tinnitus seringkali mendengar suara dering di telinga. Tetapi, terdapat pula gejala lainnya seperti suara mendesis, mengklik, ataupun bersiul. Untungnya tinnitus ini bisa terjadi sementara, tetapi pada kasus yang lebih parah bisa saja kronis dan bandel untuk dihilangkan.

Tinnitus sendiri paling sering dialami oleh mereka yang sudah berusia 50 tahun ke atas, tetapi anak kecil dan bayi juga bisa mengalaminya. Penyebab paling umum bisa terjadi akibat paparan kebisingan yang berlebihan, cedera kepala atau leher, dan infeksi telinga. Tetapi bisa juga terkait beberapa jenis kondisi medis tertentu.

Belum terdapat obat khusus dalam menangani tinnitus, tetapi anda masih bisa menemukan berbagai macam cara mengatasinya. Meskipun kebanyakan orang akan mencoba menyesuaikan diri dengan suara dering tersebut dari waktu ke waktu, tetapi itu bukanlah cara yang terbaik untuk dilakukan.

1 dari 5 penderitanya bahkan mendapatkan efek samping berupa insomnia, kesulitan berkonsentrasi, kinerja yang buruk, mudah marah, kecemasan, hingga depresi.

Penyebab dan Cara Mengobati Tinnitus

Penyebab Tinnitus

Kebanyakan penyebab tinnitus diakibatkan oleh kerusakan dan hilangnya sel-sel rambut sensorik kecil di koklea telinga bagian dalam anda. Kondisi ini biasa terjadi terhadap orang-orang yang sudah lanjut usia, atau bisa juga disebabkan oleh paparan suara keras yang terlalu sering dan lama dilakukan. Bahkan tinnitus bisa beresiko anda kehilangan pendengaran.

Penelitian sendiri menunjukkan bahwa hilangnya sensoris dari frekuensi suara tertentu dapat menyebabkan perubahan cara otak memproses suara yang terdengar telinga. Ketika otak anda menerima lebih sedikit rangsangan eksternal di sekitar frekuensi tertentu, maka otak anda pun akan mulai beradaptasi dan berubah.

Tinnitus juga mungkin merupakan cara otak anda dalam mengisi kekosongan frekuensi yang seharusnya ia terima dari sistem pendengarannya.

Beberapa obat-obatan seperti aspirin, ibuprofen, antibiotik tertentu, dan diuretik dapat menjadi “ototoxic”, yang dapat menyebabkan kerusakan pada telinga bagian dalam sehingga menyebabkan anda terkena tinnitus.

Disamping itu, beberapa penyebab lainnya yang mungkin anda alami adalah seperti:

  • Cedera kepala dan leher.
  • Infeksi telinga.
  • Benda asing atau kotoran telinga yang menyentuh gendang telinga.
  • Masalah tuba eustachius (telinga bagian tengah).
  • Gangguan sendi temporomandibular (TMJ – temporomandibular joint).
  • Pengerasan tulang telinga bagian tengah.
  • Cedera otak traumatis.
  • Penyakit kardiovaskular.

Jika misalnya tinnitus anda tersebut disebabkan oleh benda asing atau kotoran telinga, maka dengan membersihkan benda tersebut bisa menyelesaikan masalah tinnitus anda.

Perlu diperhatikan juga bahwa tinnitus yang terdengar seperti detak jantung mungkin bisa lebih berbahaya. Ini bisa disebabkan oleh pertumbuhan abnormal di daerah telinga anda, seperti tumor atau koneksi abnormal antara vena dan arteri. Tentunya membutuhkan evaluasi medis sesegera mungkin.

Faktor Resiko Tinnitus

Selain penyebabnya, terdapat pula beberapa faktor resiko anda terkena tinnitus. Jika saat ini anda tengah mengalaminya, dengan mengetahui faktor resiko yang menjadi penyebabnya, diharapkan anda mampu menghindarinya agar terhindar dari tinnitus kronis atau bahkan mengembangkannya menjadi kehilangan pendengaran.

Salah satu diantara faktor resiko yang paling sering terjadi adalah suara keras dari musik yang anda dengar. Pada sebuah penelitian menemukan bahwa sebanyak 170 anak remaja mengalami tinnitus yang disebabkan oleh gaya hidup yang kurang baik, seperti mendengarkan musik terlalu kencang.

Selain itu, beberapa faktor resiko yang membuat anda terkena tinnitus diantaranya seperti:

  • Paparan suara kencang seperti dari tempat kerja, headphone, konser musik, ledakan, dan lain sebagianya.
  • Kebiasaan merokok. Bahkan penelitian menemukan bahwa para perokok lebih rentan terkena tinnitus dibandingkan dengan mereka yang tidak atau bukan perokok.
  • Jenis kelamin. Uniknya, kaum pria lebih banyak terkena dibandingkan dengan kaum wanita.
  • Gangguan telinga seperti kehilangan pendengaran.
  • Semakin bertambahnya usia seseorang, maka akan semakin rentan terkena tinnitus.

Pengobatan

Langkah pertama dalam mengobatai tinnitus adalah dengan mengatasi penyebab dari tinnitus itu sendiri. Beberapa caranya bisa berupa:

  • Melakukan perawatan dengan segera bagi penderita infeksi telinga.
  • Menghentikan penggunaan obat-obatan ototoxic.
  • Mengobati masalah persendian temporomandibular, yang mana seringkali mempengaruhi sendi antara tulang rahang dan tulang pipi.

Seperti yang sudah disebutkan di atas bahwa tidak ada obat-obatan tertentu yang dapat menghilangkan tinnitus. Bahkan beberapa orang mencoba untuk membiasakan diri dengan suara deringan tersebut meskipun bukanlah solusi terbaik untuk dilakukan. Tetapi masih bisa dicoba jika pengobatan tidak mampu mengatasinya.

Dengan membiasakan diri terhadap tinnitus pun sebenarnya masih mampu memberikan anda berbagai macam manfaat, terutama beberapa efek samping yang disebabkan oleh tinnitus seperti insomnia, kecemasan, kesulitan mendengarkan, isolasi sosial, dan bahkan depresi.

Tetapi tentunya melakukan pengobatan jauh lebih baik karena bisa berdampak terhadap kualitas hidup anda menjadi lebih baik lagi.

Terapi Suara

Terapi ini menggunakan suara eksternal demi menutupi suara tinnitus yang terus terdengar. Anda bisa memainkan suara musik dengan volume kecil atau pelindung telinga yang dikhususkan.

Penggunaan suara musik bervolume rendah memang bisa membantu bagi individu tertentu, tetapi hanya terjadi dalam waktu sementara. Ketika anda mematikan musik tersebut, maka kemungkinan tinnitus akan kembali terdengar.

Berbeda dengan alat bantu dengar yang juga termasuk ke dalam terapi suara. Alat bantu dengar dapat memperkuat suara lingkungan sehingga otak anda akan mampu untuk lebih memfokuskan diri terhadap suara-suara yang muncul dari sekitar anda, bukan suara dengungan yang diakibatkan oleh tinnitus.

Terapi Pelatihan Ulang Tinnitus (TRT)

TRT atau Tinnitus Retraining Therapy melibatkan pelatihan ulang sistem pendengaran untuk menerima suara tinnitus yang abnormal sebagai sesuatu yang alami dan tidak mengganggu.

Terapi ini membutuhkan ahli professional yang sudah terlatih karena cenderung menggunakan sejenis alat untuk memancarkan suara putih (white noise) berfrekuensi rendah.

White noise atau suara putih sendiri merupakan jenis terapi yang menggunakan berbagai macam suara berfrekuensi berbeda yang diperdengarkan secara bersamaan. Adapun jenis white noise alami bisa dihasilkan dari deburan ombak, suara hujan, suara angin, dan lain sebagainya.

Keberhasilan terapi ini sebanding dengan tingkat keparahan tinnitus dan kesehatan mental dari keseluruhan individu. Beberapa penelitian lainnya menunjukkan bahwa TRT dapat memberikan bantuan terhadap 80% orang-orang yang menderita tinnitus.

Terapi Perilaku Kognitif (CBT)

CBT atau Cognitive Behavioral Therapy bisa membantu mengatasi gejala tinnitus berupa depresi terhadap orang-orang yang mengalaminya, meskipun pada dasarnya tidak mengurangi suara dengungan itu sendiri.

Mengubah Gaya Hidup

Sekali lagi disebutkan bahwa gaya hidup memainkan peran penting terhadap seseorang terkena tinnitus atau tidak, dan bahkan kehilangan pendengaran dapat dihindari dengan cara mengubah gaya hidup tertentu.

Demi menghindari kerusakan indra pendengaran anda, cobalah lakukan beberapa kebiasaan di bawah ini:

  • Gunakan pelindung pendengaran seperti penutup telinga di lingkungan yang bising.
  • Mainkan perangkat musik anda dengan suara yang lebih rendah atau lembut.
  • Meskipun meningkatkan kesehatan anda tidak akan menghentikan tinnitus, tetapi mampu mengatasi beberapa efek samping yang ditimbulkan.

Berolahraga, mengkonsumsi makanan sehat, memiliki pola tidur yang baik, berhenti merokok dan minuman keras tentunya dapat memberikan kontribusi yang sangat besar terhadap kontrol tinnitus anda. Jadi, sebelum tinnitus anda berdampak terhadap kesehatan tubuh anda yang lainnya, cobalah ubah gaya hidup anda dimulai dari sekarang.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *