Info Sehat

Pelajari dan Cegah Prediabetes Agar Tidak Menjadi Diabetes

Jika anda didiagnosa dengan prediabetes, itu artinya anda memiliki kadar gula darah diatas normal, tetapi masih belum cukup tinggi untuk sampai pada...

Written by Agung Sanjaya · 3 min read >
Pelajari dan Cegah Prediabetes Anda Agar Tidak Menjadi Diabetes

Jika anda didiagnosa dengan prediabetes, itu artinya anda memiliki kadar gula darah diatas normal, tetapi masih belum cukup tinggi untuk sampai pada kondisi diabetes. Namun, jika kondisi prediabetes tersebut tidak segera diobati, maka besar kemungkinan akan berkembang menjadi diabetes tipe-2 yang berbahaya.

Sementara menurut National Institute of Health (NIH), prediabetes masih bisa diatasi dengan cara mengubah gaya hidup anda, seperti pola makan, olahraga, dan pengobatan.

Dan menurut Mayo Clinic, jika anda memiliki kondisi prediabetes dan tidak rajin berolahraga, maka kondisi tersebut akan menjadi diabetes mematikan dalam kurun waktu 10 tahun.

Terdapat pula beberapa nama lain dari prediabetes yang dokter anda mungkin sebutkan. Beberapa nama lainnya adalah:

  • Toleransi Glukosa Terganggu (IGT – impaired glucose tolerance), artinya kadar gula darah anda meningkat lebih tinggi dari orang normal setelah makan.
  • Glukosa Puasa Terganggu (IFG – impaired fasting glucose), artinya kdar gula darah anda lebih tinggi daripada orang normal di pagi hari sebelum sarapan.
  • Kadar Hemoglobin A1C menunjukkan nilai antara 5,7 dan 6,4 persen.

Gejala Prediabetes

Berbeda dengan diabetes, kondisi prediabetes cenderung tidak menunjukkan gejala yang pasti. Beberapa para penderitanya mungkin akan mengalami kondisi yang berkaitan dengan resistensi insulin seperti sindrom ovarium polikistik, atau acanthosis nigricans, dimana gejala ini melibatkan perkembangan bercak kulit yang gelap, tebal, dan seringkali terlihat beludru.

Perubahan warna tersebut biasanya terjadi di sekitar siku, lutut, leher, ketiak, dan buku-buku jari. Ditambah lagi, penting sekali bagi anda yang telah didiagnosa prediabetes untuk segera menghubungi dokter jika mengalami beberapa gejala seperti:

  • Rasa haus yang meningkat
  • Meningkatnya urinasi, terutama di malam hari
  • Kelelahan
  • Penglihatan menjadi kabur
  • Luka yang tidak kunjung sembuh

Terdapat banyak sekali gejala yang mirip seperti diabetes tipe-2, dan kemungkinan itu menjadi indikasi bahwa prediabetes anda sedang berkembang menjadi diabetes tipe-2. Doker anda pun akan melakukan serangkaian tes untuk mengkonfirmasinya.

Penyebab Prediabetes

Pankreas anda senantiasa melepaskan sejenis hormon yang disebut sebagai insulin ketika anda makan agar tubuh anda mampu mengambil gula dari dalam darah ke dalam sel untuk digunakan sebagai energi.

Itulah cara alamiah tubuh anda dalam mengurangi kadar gula dalam darah anda. Tetapi pada kasus prediabetes, sel-sel tubuh anda cenderung tidak merespon dengan benar terhadap insulin tersebut, dimana kondisi ini disebut sebagai resistensi insulin.

Penyebab dari resistensi insulin sendiri masih banyak menuai perdebatan. Menurut Mayo Clinic sendiri mengatakan bahwa prediabetes dikaitkan erat dengan faktor gaya hidup dan genetik.

Jadi tidak heran jika mereka yang memiliki berat badan berlebih dan gaya hidup mager cenderung memiliki resiko tinggi terkena prediabetes.

Faktor Resiko Prediabetes

Prediabetes bisa terjadi kepada siapa saja, dan beberapa kebiasaan anda pun bisa meningkatkan kemungkinan anda terkena kondisi medis yang satu ini.

Terlebih jika anda telah berusia diatas 45 tahun, sementara indeks massa tubuh anda di atas 25, maka dokter pun akan mulai memeriksa apakah anda telah menderita prediabetes atau tidak.

Faktor resiko lainnya adalah terdapatnya penumpukan lemak di area pinggang dan panggul. Anda bisa mengeceknya sendiri dengan mengukur lingkar pinggang anda. Lingkar pinggang di atas 101 cm bagi pria, dan di atas 88 cm untuk wanita cenderung beresiko terkena prediabetes.

Kondisi prediabetes yang tidak diobati juga bisa mendatangkan komplikasi berbahaya termasuk:

  • Penyakit jantung
  • Stroke
  • Kerusakan saraf
  • Kerusakan ginjal
  • Kerusakan mata
  • Kerusakan kaki, yang mana bisa mengganggu aliran darah sehingga mengharuskan anda menjalani amputasi
  • Infeksi kulit
  • Masalah pendengaran
  • Penyakit Alzheimer

Jadi, agar anda terhindar dari komplikasi di atas, pastikan mulai mengubah gaya hidup anda dengan mengatur pola makan dan berolahraga secara teratur.

Cara Dokter Mendiagnosa Prediabetes

Memeriksakan diri ke dokter menjadi sebuah kewajiban bagi anda jika memiliki gejala prediabetes yang telah disebutkan di atas. Dokter anda pun akan melakukan serangkaian tes untuk mengkonfirmasi dugaan anda tersebut. Mereka seringkali melakukan tes darah, artinya akan mengambil sampel darah anda untuk diperiksa di laboratorium.

Hasil dari penelitian tersebut pun bisa berbeda tergantung dari jenis tes yang dijalankan. Menurut NIH, anda harus mengambil 2 kali tes dengan jenis yang sama demi mengkonfirmasi diagnosa tersebut.

Sebuah alat untuk mengukur kadar gula darah (seperti tes yang ditempelkan di jari) sama sekali tidak akan digunakan untuk proses diagnosa tersebut. Tetapi, dokter anda pun melakukan beberapa jenis tes lain seperti:

  1. Tes Hemoglobin A1C

Tes Hemoglobin A1C, yang juga dikenal dengan tes A1c atau tes hemoglobin glikosilat digunakan untuk mengukur kadar gula darah rata-rata anda selama 2 hingga 3 bulan terakhir. Tes ini tidak akan menyuruh anda untuk berpuasa dan bisa dilakukan kapan saja.

Jika hasil A1c anda diatas 5,7 hingga 6,4 persen, maka anda didiagnosa memiliki prediabetes. Tes kedua A1c diperlukan untuk mengkonfirmasi nilai tersebut. Semakin tinggi nilai A1c yang diperlihatkan, tentunya semakin tinggi pula resiko prediabetes anda berkembang menjadi diabetes tipe-2.

  1. Tes Glukosa Plasma Puasa (FPG)

Selama FPG dilakukan (fasting plasma glucose), dokter akan meminta anda untuk berpuasa terlebih dahulu selama 8 jam atau bahkan semalaman. Kemudian sebelum makan, dokter anda akan mengambil sampel darah tersebut.

Jika kadar gula darah anda bernilai 100-125 mg/dL, maka itu mengindikasikan bahwa anda tengah menderita prediabetes.

  1. Tes Toleransi Glukosa Oral (OGTT)

Sama halnya seperti FPG, OGTT (oral glucose tolerance test) juga mengharuskan anda berpuasa terlebih dahulu. Dokter anda akan mengecek kadar glukosa dalam darah anda sebanyak 2 kali, pertama sebelum makan, dan kedua dua jam setelah anda mengkonsumsi minuman manis.

Jika kadar gula darah anda menunjukkan nilai 140-199 mg/dL setelah 2 jam, maka tes tersebut mengindikasikan bahwa anda tengah mengalami Tolerangi Glukosa Terganggu (IGT), atau secara sederhana disebut prediabetes.

Cara Mengobati Prediabetes

Mengobati prediabetes sama halnya dengan mencegah anda terkena diabetes tipe-2. Dokter pun akan mulai menyuruh anda untuk memulai mengubah gaya hidup anda yang kurang menyehatkan.

Faktanya, sebuah penelitian yang disebut dengan Diabetes Prevention Program memperlihatkan terjadinya penurunan resiko sebanyak 58% bagi orang-orang yang senantiasa mengubah gaya hidup mereka dalam jangka panjang.

Beberapa cara umum yang selalu dilakukan orang-orang agar terhindar dari diabetes tipe-2 adalah:

  • Menjaga pola makan, dan meningkatkan asupan serat
  • Berolahraga secara teratur
  • Mengurangi berat badan
  • Rajin mengkonsumsi obat-obatan yang telah diresepkan oleh dokter

Terdapat satu jenis pengobatan untuk mengatasi diabetes, yang disebut sebagai CAM (complementary and alternative medicine). Pengobatan CAM ini meliputi mengkonsumsi suplemen, meditasi, dan akupunktur.

Selain itu, banyak pula penelitian yang telah memperlihatkan bahwa diet rendah karbohidrat mampu mengontrol kadar glukosa dalam darah, mengatasi resistensi insulin, dan berat badan.

Namun, diet rendah karbohidrat tetap tidak disarankan bagi anda yang tengah menderita kolesterol tinggi, penyakit ginjal, dan penyakit jantung. Pastikan untuk berbicara terlebih dahulu dengan dokter anda sebelum melakukan jenis diet apapun.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *