Info Sehat

Jenis dan Penyebab Peradangan (Akut dan Kronis)

Peradangan merupakan bagian dari mekanisme pertahanan tubuh dan memainkan peran penting dalam proses penyembuhan. Ketika tubuh anda mendeteksi penyusup, maka sistem kekebalan...

Written by Agung Sanjaya · 3 min read >
Jenis dan Penyebab Peradangan (Akut dan Kronis)

Peradangan merupakan bagian dari mekanisme pertahanan tubuh dan memainkan peran penting dalam proses penyembuhan. Ketika tubuh anda mendeteksi penyusup, maka sistem kekebalan ini akan melancarkan respon biologis demi mengusirnya.

Penyusup tersebut bisa berupa berbagai macam jenis objek yang tidak dikenali oleh tubuh anda, seperti duri, iritan, atau patogen yang berupa bakteri, virus, dan organisme lainnya penyebab infeksi.

Tetapi sayangnya, tubuh anda terkadang salah dalam mengenali sel-sel dan jaringan tubuh anda sebagai musuh tubuh, sehingga akan membuatnya menyerang sel dan jaringan sehat dalam tubuh anda secara keliru, dimana kondisi disebut sebagai penyakit autoimun seperti pada penderita diabetes tipe-1.

Para peneliti percaya bahwa peradangan bisa berkontribusi terhadap berbagai macam jenis penyakit kronis. Seperti contohnya pada sindrom metabolik yang terdiri dari diabetes tipe-1, penyakit jantung, dan obesitas.

Mereka yang tengah terkena kondisi ini seringkali memiliki kadar penanda peradangan yang tinggi di dalam tubuh mereka.

Jenis dan Gejala Peradangan

Terdapatnya dua jenis utama dari peradangan, yaitu akut dan kronis. Tentunya, masing-masing jenis memiliki gejala dan cara penanganan yang berbeda.

Peradangan Akut

Cedera atau penyakit bisa menyebabkan anda terkena peradangan akut, atau peradangan jangka pendek. Terdapat 5 tanda kunci yang disebabkan oleh peradangan jenis ini, yaitu:

  • Rasa Sakit. Bisa muncul secara terus menerus atau ketika anda menyentuh area yang telah terkena.
  • Kemerahan. Ini terjadi dikarenakan terdapatnya peningkatan suplay darah pada kapiler di area tersebut.
  • Kehilangan Fungsi. Anda juga mungkin akan mengalami kesulitan dalam menggerakan otot, bernafas, mencium aroma, dan lain sebagainya.
  • Bengkak. Sebuah kondisi yang disebut edema dapat muncul jika terdapat cairan yang menumpuk di area tertentu.
  • Peningkatan aliran darah dapat membuat area yang telah terkena menjadi hangat ketika disentuh.

Tanda diatas tidak selalu muncul sehingga terkadang seseorang tidak sadar bahwa tubuhnya tengah mengalami kondisi peradangan akut. Sebagai gantinya, mereka mungkin akan mengalami perasaan lelah, kurang enak badan, atau bahkan demam.

Gejala dari peradangan akut bisa terjadi selama beberapa hari. Sementara subakut bisa bertahan antara 2 hingga 6 minggu lamanya.

Jenis dan Penyebab Peradangan (Akut dan Kronis)

Peradangan Kronis

Peradangan kronis bahkan bisa berlangsung lebih lama dari kronis akut, bisa berbulan-bulan hingga bertahun-tahun. Bahkan kondisi ini telah dikaitkan dengan berbagai macam jenis penyakit seperti:

  • Diabetes
  • Penyakit Kardiovaskular
  • Arthritis dan penyakit radang sendi lainnya
  • Alergi
  • Penyakit Paru Obstruktif Kronik (PPOK)
  • Psoriasis
  • Reumatik

Gejalanya tergantung dari jenis penyakit yang anda derita, tetapi sebagian besar bisa menyebabkan rasa sakit dan kelelahan.

Cara Mengukur Peradangan

Ketika peradangan sedang terjadi di tubuh anda, maka akan terdapat zat tertentu dengan kadar yang sangat tinggi yang disebut sebagai biomarker. Salah satu contoh dari biomarker adalah Protein C-Reaktif (CRP – C-reactive protein).

Kadar CRP cenderung akan lebih tinggi di dalam tubuh orang-orang dengan usia yang lebih tua atau mereka yang tengah menderita kanker dan obesitas. Untungnya, pola makan sehat dan berolahraga dapat memberikan perubahan terhadap kadar biomarker yang satu ini.

Penyebab Peradangan Akut

Peradangan bisa terjadi ketika faktor fisik memicu reaksi sistem kekebalan tubuh seseorang. Peradangan belum tentu terdapat infeksi di dalam tubuh anda, tetapi sebaliknya, infeksi bisa menyebabkan anda terkena peradangan.

Adapun penyebab dari peradangan akut bisa terjadi akibat:

  • Paparan zat asing seperti debu atau sengatan lebah
  • Luka atau cedera
  • Infeksi

Ketika tubuh anda mendeteksi kerusakan atau patogen yang masuk ke dalam tubuh anda, maka sistem kekebalan tubuh anda pun akan memicu beberapa reaksi:

  • Jaringan akan mengakumulasi protein plasma, sehingga memicu penumpukan cairan dan menyebabkan pembengkakan.
  • Tubuh akan melepaskan neutrofil, yaitu sejenis sel darah putih atau leukosit yang bergerak ke area yang telah terkena. Leukosit sendiri mengandung molekul yang dapat membantu tubuh anda dalam melawan patogen.
  • Pembuluh darah kecil akan membesar demi memberi ruang leukosit dan plasma untuk cepat sampai di area tubuh yang tengah terkena luka.

Kemudian, tanda-tanda dari peradangan akut pun akan muncul dalam hitungan jam atau hari, tergantung dari tingkat keparahan penyebabnya. Tetapi di beberapa kasus, peradangan tersebut langsung muncul dan semakin parah.

Bagaimana mereka berkembang dan selama apa durasinya tergantung dari tingkat keparahan dan bagian tubuh mana yang telah terkena. Adapun beberapa faktor dan infeksi penyebab peradangan akut termasuk:

  • Bronkitis akut, Appendicitis (radang usus buntu), dan berbagai macam jenis penyakit berakhiran “-itis” dalam ejaan bahasa Inggris.
  • Kuku tumbuh ke dalam.
  • Sakit tenggorokan akibat demam atau flu.
  • Trauma fisik atau luka.

Penyebab Peradangan Kronis

Seperti yang sudah disebutkan di atas bahwa peradangan kronis bisa berlangsung selama berbulan-bulang hingga bertahun-tahun. Artinya, penyebabnya pun bisa memberikan dampak lebih besar terhadap kesehatan tubuh anda.

Adapun beberapa penyebab umumnya seperti berikut;

  • Sensitivitas. Peradangan terjadi ketika tubuh anda merasakan sesuatu yang seharusnya tidak berada di sana. Hipersensitivitas terhadap benda asing bahkan bisa menyebabkan alergi.
  • Terkadang, paparan tingkat rendah tetapi dalam jangka panjang pun bisa menyebabkan anda terkena peradangan kronis. Salah satu contohnya adalah iritan dari bahan kimia industri.
  • Penyakit Autoimun. Sistem kekebalan tubuh anda secara keliru menyerang jaringan-jaringan dan sel-sel sehat di dalam tubuh anda, seperti yang terjadi pada penyakit psoriasis.
  • Penyakit Autoinflamasi. Faktor genetik yang mempengaruhi cara kerja sistem kekebalan tubuh anda, seperti pada penyakit Behcet.
  • Peradangan Akut. Jika peradangan akut anda tidak diobati dengan benar, maka dapat berkembang menjadi peradangan kronis.

Sementara beberapa faktor yang dapat meningkatkan anda terkena peradangan kronis diantaranya bertambahnya usia, obesitas, pola makan yang tinggi akan lemak tak sehat dan gula tambahan, merokok, hormon seks yang rendah, stres, dan gangguan tidur.

Terdapat pula penyakit jangka panjang yang telah terkait dengan peradangan kronis seperti:

  • Asma
  • Maag kronis
  • TBC
  • Radang sendi
  • Periodontitis
  • Kolitis ulseratif dan penyakit Crohn
  • Sinusitis
  • Hepatitis aktif

Peradangan memang memainkan peran penting dalam proses penyembuhan tubuh anda, tetapi peradangan kronis malah memberikan dampat dan efek sebaliknya. Jadi tak jarang mereka yang tengah menderita kondisi ini cenderung meningkatkan resiko terkena penyakit berbahaya seperti kanker.

Peradangan akut dapat menyebabkan rasa sakit atau nyeri dengan tingkat dan keparahan yang berbeda. Beberapa penyebabnya mungkin bisa membuat anda merasa sakit yang konstan, membandel, berdenyut, menusuk, atau mencubit.

Nyeri tersebut bisa terjadi ketika penumpukan cairan penyebab pembengkakan jaringan mendorong ujung saraf yang sensitif. Proses biokimia lainnya pun bisa terjadi selama peradangan. Proses ini akan mempengaruhi bagaimana saraf tubuh anda berprilaku, sehingga berkontribusi pada rasa sakit yang mungkin belum anda rasakan sebelumnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *