Info Sehat

Ini Dia 3 Virus Paling Mematikan di Bumi Selain Corona

Desember lalu, dunia dihebohkan dengan penularan virus Corona di Wuhan, China. Kehebohan pun berlanjut dengan virus Corona yang awalnya hanya di China...

Written by Bambang Winarso · 1 min read >
Ini Dia 3 Virus Paling Mematikan di Bumi Selain Corona

Desember lalu, dunia dihebohkan dengan penularan virus Corona di Wuhan, China. Kehebohan pun berlanjut dengan virus Corona yang awalnya hanya di China kini makin “mendunia” sejak Februari lalu. Sifatnya yang invasif serta agresif membuat WHO (World Health Organization) menaikan status wabah virus Corona menjadikan siaga tertinggi. Walaupun wabahnya dilaporkan mulai menurun di china, tapi wabah lain mulai bermunculan di luar negeri. Namun, Corona bukan satu-satunya virus mematikan, ada banyak virus paling mematikan selain corona

Jauh sebelum wabah Corona ini mendunia, manusia sudah bertarung melawan virus bahkan sebelum manusia mencapai bentuk sempurna dari evolusi. Untuk beberapa virus, sudah memungkinkan untuk dicegah ntah apa itu dengan vaksin atau dengan mengkonsumsi obat-obatan yang membantu kita mencegah dari penyakit-penyakit yang disebabkan oleh virus tersebut. Beberapa virus yang lain, ada yang masih belum ditemukan obat atau vaksin yang benar-benar bisa mengobati kita dari infeksi virus tersebut

Beberapa virus bisa menginfeksi lebih dari satu spesies, ada juga yang hanya bisa menginfeksi satu spesies inang saja. Setelah berhasil menginfeksi inangnya, virus diperkirakan telah berevolusi di DNA atau RNA sel inangnya yang mengembangkan kemampuan mereplikasi secara mandiri. Beberapa virus tidak memberi efek setelah menginfeksi sel inang, namun beberapa virus bisa mematikan.

3 Virus yang Mematikan Selain Corona

  1. Virus Marburg

Para ilmuwan mengidentifikasi Virus Marburg pada tahun 1967, ketika ada insiden kecil yang menyebabkan pekerja di laboratorium Jerman terpapar virus yang berasal dari kera dari uganda yang terinfeksi virus.

Ini Dia 3 Virus Paling Mematikan di Bumi Selain Corona

Virus Marburg mirip dengan Virus Ebola dimana infeksi dari Virus Marburg ini menyebabkan demam berdarah, dimana penderitanya akan mengalami demam tinggi disertai dengan pendarahan di seluruh tubuh yang dapat menyebabkan syok, gagal organ, sampai kematian.

Tingkat kematian pada serangan pandemic pertama dari virus ini mencapai 25%, tetapi terjadi peningkatan menjadi 80% pada wabah yang terjadi di tahun 1998 – 2000 di Republik Demokratik Kongo, dan wabah tahun 2005 di Angola, menurut World Health Organization (WHO).

  1. Virus Ebola

Wabah ini cukup menggemparkan di tahun 2014-2016 dimana wabah ini terjadi di Afrika Barat, dimana pada tahun-tahun itu merupakan wabah terbesar sejak ditemukanya virus Ebola pada tahun 1976. Total korban untuk wabah ini mencapai lebih dari 11.000 orang telah meninggal.

Ini Dia 3 Virus Paling Mematikan di Bumi Selain Corona

Penyebab dari virus ini, maupun darimana virus ini berasal belum diketahui. Namun, para Ilmuwan percaya virus ini dibawa oleh kelelawar buah. Sebagai carrier (pembawa) kelelawar menularkan ke hewan lain hingga akhirnya bisa menginfeksi manusia.

  1. Hantavirus

Pada tahun 1993, wabah sindrom pernafasan Hantavirus yang disebabkan oleh paparan Hantavirus terjadi di New Mexico dan Arizona, Amerika Serikat. Penyakit Ini hampir mirip dengan  influenza, tapi diikuti oleh gagal pernafasan yang akut.

 Tikus Rusa dipercaya sebagai carrier (pembawa) virus ini, dengan paparan dan penularan disebabkan oleh inhalasi (proses menghirup udara, bisa juga mambaul) urin dan juga kotoran tikus rusa. Meskipun jarang penularan virus juga bisa disebabkan oleh gigitan langsung dari tikus rusa. Virus ini tidak menyebar melalui perantara manusia ke manusia yang lain.

Baca jugaApa itu Virus Corona, Gejala dan Penularannya

Gejala awal dari infeksi virus ini adalah kelelahan, demam, dan nyeri otot, terutama pada kelompok otot besar. Gejala lanjutan beruba batuk, dan sesak nafas terjadi sekitar 4 hingga 10 hari setelah virus mulai mereplikasi DNA-nya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *