Info Sehat

Gejala dan Jenis Cedera Kepala – Begitu Berbahayakah?

Sesuai namanya, cedera kepala bisa berupa berbagai macam jenis cidera yang terjadi pada area kepala seperti otak, tengkorak, atau kulit kepala anda....

Written by Irfan · 4 min read >
Gejala dan Jenis Cedera Kepala – Begitu Berbahayakah

Sesuai namanya, cedera kepala bisa berupa berbagai macam jenis cidera yang terjadi pada area kepala seperti otak, tengkorak, atau kulit kepala anda. Ini bisa disebabkan oleh berbagai macam jenis kecelakaan dimulai dari yang menyebabkan benjolan ringan, memar, hingga trauma otak.

Konsekuensi, gejala, dan pengobatannya pun tentunya sangat beragam dan berbeda, tergantung dari tingkat keparahan cedera kepala yang tengah anda alami saat itu.

Terkadang, sangat sulit untuk menentukan cedera kepala dengan mata telanjang. Anda memerlukan diagnosa dan pemeriksaan dokter. Hal ini karena cedera kepala bisa mengalami pendarahan yang parah, atau di beberapa kasus tidak mengalami pendarahan sama sekali.

Gejala dan Jenis Cedera Kepala – Begitu Berbahayakah

Penyebab Cedera Kepala

Setelah anda diperiksa, maka biasanya dokter pun akan melakukan pengobatan sesuai dengan tingkat keparahan dan penyebabnya. Secara umum, cedera kepala bisa dibedakan ke dalam dua kategori yang berbeda berdasarkan hal apa yang menjadi penyebabnya, yaitu akibat benturan atau getaran.

Cedera kepala yang disebabkan oleh guncangan atau getaran paling sering terjadi pada bayi dan anak-anak, tetapi orang dewasa pun tidak luput dari resiko cedera kepala yang satu ini.

Sementara cedera kepala yang disebabkan oleh benturan biasanya dikaitkan dengan beberapa kejadian seperti kecelakaan kendaraa bermotor, terjatuh, serangan dan kekerasan fisik, kecelakaan akibat berolahraga, dan lain sebagainya.

Pada kebanyakan kasus, tengkorak anda akan melindungi otak anda dari berbagai macam kejadian berbahaya tersebut. Tetapi, benturan yang terlalu keras juga masih bisa berpotensi anda mengalami trauma kepala. Bahkan cedera kepala juga bisa terkait dengan cedera pada tulang belakang.

Jenis-Jenis Cedera Kepala

Tentunya, cedera kepala memiliki berbagai macam jenis yang harus anda waspadai. Dengan mendapatkan perawatan tepat berdasarkan jenisnya, anda bisa menghindari resiko lebih lanjut dari trauma kepala yang berpotensi berbahaya, atau bahkan mengancam jiwa.

Maka dari itu, daripada menebak-nebak jenis cedera kepala yang mungkin tengah anda alami, akan lebih baik jika anda segera memeriksakan diri ke dokter.

Nah, adapun beberapa jenis cedera kepala yang bisa terjadi diantaranya:

Hematoma

Hematoma merupakan kumpulan atau pembukan darah di luar pembuluh darah. Jenis ini bisa sangat berbahaya dan serius jika hematoma tersebut terjadi di dalam otak anda. Penggumpalan dapat menyebabkan tekanan dan terkumpul di dalam tengkorak anda. Akibatnya, anda akan kehilangan kesadaran dan beresiko mengalami kerusakan otak secara permanen.

Hemorage

Hemorage merupakan pendarahan yang tidak terkontrol. Biasanya terjadi ketika terdapat pendarahan pada ruang di sekitar otak anda, yang disebut sebagai hemorage subaraknoid. Atau bisa juga disebabkan oleh pendarahan dalam jaringan otak anda, yang disebut dengan hemorage intraserebral.

Hemorage subaraknoid ini seringkali menyebabkan anda terkena sakit kepala hebat dan muntah-muntah. Berbeda dengan hemorage intraserebral yang tingkat keparahannya tergantung pada pendarahan yang terjadi di sana, yang seiring waktu dapat terkumpul dan menyebabkan penumpukan tekanan di kepala.

Gegar Otak

Jenis ini mungkin yang paling sering didengar oleh masyarakat Indonesia, karena seringkali muncul di acara TV. Gegar otak dianggap sebagai akibat dari otak anda yang mengenai dinding keras tengkorak atau pergerakan yang cepat dan berhenti mendadak secara paksa.

Secara umumnya, hilangnya fungsi yang terkait dengan gegar otak biasanya bersifat sementara. Tetapi jika terjadi secara berulang dan sering, maka pada akhirnya dapat menyebabkan kerusakan permanen.

Edema

Setiap cedera otak tentunya dapat menyebabkan edema, atau pembengkakan. Hal ini karena kebanyakan cedera dapat menyebabkan pembengkakan pada jaringan di sekitarnya, tetapi bisa menjadi lebih berbahaya jika itu terjadi pada otak anda.

Tengkorak anda merupakan bagian tubuh yang sangat keras dan tidak bisa meregang, sehingga tidak bisa mengakomodasi otak anda yang tengah membengkak. Akibatnya, akan terjadi tekanan pada otak anda dan menyebabkannya menempel dan menekan tengkorak anda.

Fraktur Tengkorak

Berbeda dengan kebanyakan tulang di dalam tubuh anda, tengkorak anda sama sekali tidak memiliki tulang sumsum, sehingga membuatnya begitu kuat dan sulit patah. Tetapi kelemahannya adalah ketika tengkorak anda patah membuatnya tidak mampu menyerap dampak dari benturan, sehingga otak anda menjadi lebih beresiko terkena kerusakan.

Cedera Aksonal Difus

Cedera aksonal difus merupakan sebuah cedera pada kepala yang tidak menyebabkan pendarahan tetapi masih bisa menyebabkan kerusakan sel-sel pada otak. Kerusakan pada sel-sel otak tersebut menyebabkan mereka tidak mampu melakukan fungsinya secara normal.

Efeknya maka akan terjadi pembengkakan yang menyebabkan lebih banyak kerusakan di kepala. Meskipun terlihat seperti lebih ringan dari jenis cedera otak yang sudah disebutkan di atas, tetapi cedera aksonal difus sebenarnya jenis yang paling berbahaya dari semuanya. Jika tidak segera ditangani maka akan mengarah pada kerusakan otak permanen dan bahkan kematian.

Gejala Cedera Otak

Faktanya, kepala anda memiliki lebih banyak pembuluh darah dibandingkan dengan bagian lainnya di tubuh anda, sehingga ini mengisyaratkan bahwa pendarahan baik di dalam maupun di luar otak anda merupakan hal yang sangat serius. Tetapi perlu dicatat pula bahwa tidak semua cedera kepala menyebabkan pendarahan.

Penting pula mewaspadai gejala lainnya yang kemungkinan muncul. Kebanyakan dari gejala-gejala ini tidak segera muncul secara langsung sesaat setelah anda mengalami benturan atau goncangan. Tentunya anda harus selalu memantau gejala-gejala tersebut selama beberapa hari setelah anda mengalami cedera kepala tersebut.

Beberapa gejala yang paling umum terjadi bagi penderita cedera kepala ringan termasuk sakit kepala, pusing, sensasi berputar, mual, dan dering sementara di telinga.

Tetapi bagi anda yang menderita cedera kepala parah bisa memiliki gejala yang lebih banyak dari gejala yang telah disebutkan di atas. Beberapa diantaranya seperti:

  • Kehilangan kesadaran.
  • Kejang-kejang.
  • Muntah-muntah.
  • Masalah keseimbangan atau kordinasi tubuh.
  • Masalah disorientasi yang serius.
  • Ketidakmampuan untuk memfokuskan mata.
  • Pergerakan mata yang abnormal.
  • Hilangnya kontrol otot.
  • Sakit kepala yang membandel dan semakin parah.
  • Kehilangan ingatan.
  • Perubahan suasana hati, atau
  • Bocornya cairan bening dari telinga atau hidung.

Tentunya, dari sekian gejala parah yang mungkin muncul mengharuskan anda untuk segera memeriksakkan diri ke dokter demi mendapatkan perawatan yang lebih memadai dan menghindari efek yang jauh lebih parah lagi.

Pengobatan

Seperti yang sudah disebutkan di atas bahwa pengobatan terhadap cedera kepala tergantung pada tingkat keparahan yang tengah dialami. Tetapi secara umum bisa dilakukan dengan beberapa cara seperti:

Mengkonsumsi obat-obatan

Jika anda mengalami cedera kepala yang ringan, maka biasanya dokter akan memberikan obat anti-kejang. Hal ini karena anda beresiko terkena kejang-kejang di minggu-minggu pertama anda mengalami cedera kepala.

Anda juga kemungkinan akan diberikan diuretik jika cedera tersebut menyebabkan penumpukan tekanan di otak anda. Diuretik sendiri dapat membuat anda mengeluarkan lebih banyak cairan sehingga bisa mengurangi tekanan yang ada.

Jika cedera anda terbilang parah, maka kemungkinan anda diberikan obat yang bisa membuat anda mengalami koma. Meskipun terdengar aneh, tetapi cara ini bisa sangat tepat dilakukan jika pembuluh darah anda tengah rusak. Ketika anda koma, otak anda tidak membutuhkan oksigen dan nutrisi sebanyak seperti biasanya.

Operasi atau Pembedahan

Mungkin juga anda akan menjalani operasi darurat demi mencegah kerusakan lebih lanjut pada otak anda. Seperti contohnya, operasi tersebut dilakukan demi mengangkat hematoma, memperbaiki tengkorak, melepaskan beberapa tekanan yang terjadi pada kepala, dan lain sebagainya.

Rehabilitasi

Jika anda mengalami cedera kepala yang sangat serius, anda pun kemungkinan besar akan membutuhkan rehabilitasi demi mendapatkan fungsi otak anda kembali sepenuhnya. Jenis rehabilitasi yang mungkin anda dapatkan tergantung pada fungsionalitas apa yang telah hilang pada otak anda akibat cedera kepala. Beberapa tujuannya adalah untuk mendapatkan kembali mobilitas tubuh ataupun kemampuan berbicara.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *