Info Sehat

Gejala dan Cara Mengobati Depresi Untuk Dewasa dan Anak

Depresi diklasifikasikan sebagai gangguan mood atau suasana hati, dan bisa dideskripsikan sebagai perasaan yang sedih, kehilangan, atau perasaan marah. Perasaan-perasaan negatif tersebut...

Written by Irfan · 3 min read >
Gejala dan Cara Mengobati Depresi Untuk Dewasa dan Anak

Depresi diklasifikasikan sebagai gangguan mood atau suasana hati, dan bisa dideskripsikan sebagai perasaan yang sedih, kehilangan, atau perasaan marah. Perasaan-perasaan negatif tersebut pun erat kaitannya dengan kegiatan sehari-hari.

Setiap orang cenderung mengalami depresi dengan berbagai macam cara, dan bisa mengganggu aktivitas kita sehari-hari, sehingga tak jarang bisa kehilangan waktu berharga dan produktivitas kita. Parahnya, bisa pula mempengaruhi hubungan kita dengan seseorang yang kita cintai.

Terdapat pula beberapa penyakit yang bisa berubah menjadi semakin parah jika anda tengah mengalami depresi. Beberapa penyakit tersebut meliputi arthritis, asma, penyakit kardiovaskular, kanker, diabetes, hingga obesitas.

Perlu diingat bahwa setiap orang pasti selalu memiliki perasaan sedih dan senang secara bergantian. Tetapi jika perasaan sedih tersebut lebih sering dibandingkan dengan rasa senang anda, dan selalu datang dari waktu ke waktu, maka anda harus berhati-hati karena mungkin itu adalah gejala dari depresi.

Depresi bahkan bisa disebut sebagai kondisi medis yang serius dan bisa berubah menjadi lebih berbahaya tanpa pengobatan yang tepat.

Gejala Depresi

Seperti yang sudah disebutkan di atas, depresi bisa membuat anda merasa lebih sedih daripada biasanya. Kondisi medis ini bisa mendatangkan anda berbagai macam gejala yang kurang menyenangkan, dan gejala itu pun bisa datang dan pergi tergantung dari tingkat keparahan depresi anda pada waktu itu.

Gejala depresi tersebut pun bisa diklasifikasikan ke dalam 3 kelompok, yaitu untuk pria, wanita, dan anak-anak.

Gejala depresi bagi kaum pria bisa meliputi:

  • Gangguan mood, seperti perasaan marah, agresif, mudah tersinggung, cemas, dan gelisah.
  • Gangguan emosional, seperti merasa hampa, sedih, putus asa.
  • Gangguan Perilaku, seperti kehilangan minat, tidak bisa menikmati hobi, mudah lelah, pikiran bunuh diri, mengkonsumsi minuman keras dalam jumlah tinggi, penggunaan obat-obatan terlarang, terlibat dengan aktivitas beresiko tinggi yang membahayakan nyawa diri sendiri maupun orang lain, dan lain sebagainya.
  • Gangguan seksual, seperti kehilangan minat terhadap berhubungan badan atau bahkan kurangnya performa saat bercinta.
  • Gangguan kemampuan kognitif, menurunnya kemampuan saat berkonsentrasi, kesulitan saat menyelesaikan tugas, respon yang lambat saat berkomunikasi.
  • Gangguan pola tidur, seperti insomnia, kurang tidur, kelebihan tidur, atau bahkan tidak tidur sama sekali sepanjang malam.
  • Gangguan fisik, seperti kelelahan, rasa sakit di sekujur badan, sakit kepala, gangguan pencernaan, dan lain sebagainya.

Sementara gejala depresi bagi wanita bisa berupa:

  • Gangguan mood, seperti mudah tesinggung.
  • Gangguan emosional, seperti perasaan sedih atau perasaan kosong, cemas, dan putus asa.
  • Gangguan perilaku, seperti kehilangan minat terhadap aktivitas, menarik diri dari sosialisasi, hingga pikiran bunuh diri.
  • Gangguan kemampuan kognitif, seperti berpikir dan berbicara dengan lebih lambat.
  • Gangguan pola tidur, seperti kesulitan tidur sepanjang malam, bangun lebih cepat, atau tidur lebih lama.
  • Gangguan fisik, seperti berkurangnya tingkat energi, kelelahan, perubahan nafsu makan, perubahan berat badan, rasa sakit di badan, sakit kepala, meningkatnya durasi kram, dan lain sebagainya.

Seringkali orang dewasa berpikir bahwa anak-anak tidak akan pernah mengalami perasaan stres dan depresi karena masa tersebut selalu dihabiskan dengan bermain dan bersenang-senang.

Tetapi faktanya, anak-anak pun bisa terkena kondisi mental yang satu ini. Beberapa gejala umum yang seringkali mereka alami termasuk:

  • Gangguan mood, seperti mudah marah, perubahan suasana hati (mood swing), dan sering menangis.
  • Gangguan emosional, merasa tidak mampu melakukan hal dengan benar, putus asa, menangis, dan kesedihan yang teramat sangat.
  • Gangguan perilaku, selalu memiliki masalah di sekolah atau bahkan tidak ingin pergi ke sekolah, menghindari teman-teman dan saudaranya, hingga pikiran untuk bunuh diri.
  • Gangguan kognitif, seperti susahnya berkonsentrasi, menurunnya performa di sekolah, dan menurunnya nilai atau ranking.
  • Gangguan pola tidur, seperti sulit tidur atau tidur yang terlalu lama.
  • Gangguan fisik, seperti kehilangan energi, masalah pencernaan, perubahan nafsu makan, turun atau naik berat badan secara drastis.

Perlu diingat bahwa gejala-gejala di atas merupakan tanda yang umum terjadi. Mungkin anda atau anak anda bisa mengalami gejala lainnya yang bahkan bisa lebih buruk lagi.

Cara Mengobati Depresi

Mengalami depresi bisa membuat hidup anda merasa lebih sengsara, maka dari itulah pengobatan sangat diperlukan agar anda terbebas dari serangkaian perasaan negatif tersebut.

Pertama-tama, cobalah berbicara dengan dokter atau ahli kesehatan mental di sekitar tempat anda tinggal. Biasanya, dokter akan memberikan atau menawarkan sejumlah metode dan pengobatan tertentu.

Tentunya setiap orang mendapatkan efek yang berbeda dari setiap pengobatan yang dijalankan. Anda mungkin saja bisa sembuh dari satu jenis pengobatan saja. Tetapi tidak jarang pula orang membutuhkan lebih dari satu jenis pengobatan agar sembuh secara total.

Adapun beberapa jenis pengobatan yang mungkin harus anda lakukan diantaranya:

Mengkonsumsi Obat-obatan

Saat anda terserang depresi, kemungkinan besar dokter anda akan mulai meresepkan beberapa jenis obat-obatan yang dikhususkan melawan depresi yang tengah anda derita.

Beberapa jenis obat-obatan tersebut adalah antidepresan, anti-cemas, dan antipsikotik. Setiap obat-obatan tersebut tentunya bisa memberikan anda hasil yang berbeda, bersama dengan efek samping di dalamnya.

Maka dari itulah, jangan pernah mengkonsumsi ketiga jenis obat-obatan tersebut tanpa adanya resep dari dokter.

Psikoterapi

Jika obat-obatan bukanlah pilihan anda, metode lainnya yang sudah terbukti mampu memberikan hasil positif adalah berbicara dengan ahli terapi. Kegiatan ini ditujukan agar anda mampu belajar cara mengatasi perasaan-perasaan negatif yang anda alami.

Terapi Cahaya

Paparan cahaya putih dalam dosis tertentu ternyata mampu membantu anda mengatur suasana hati dan memperbaiki gejala depresi yang mungkin tengah anda rasakan saat ini.

Orang-orang yang tinggal di negara dengan siklus 4 musim seringkali menggunakan terapi yang satu ini. Biasanya terjadi di musim dingin yang mana waktu malam hari lebih panjang dibandingkan dengan waktu siang hari.

Kurangnya paparan sinar matahari tersebut bisa mengurangi produksi vitamin D di dalam tubuh. Sementara vitamin D sendiri telah terbukti mampu menangkal depresi dan kondisi mental lainnya.

Terapi Alternatif

Tanyakan kepada dokter mengenai terapi alternatif yang mungkin akan anda gunakan, seperti misalnya akupunktur atau meditasi. Beberapa jenis suplemen herbal juga seringkali digunakan untuk mengatasi depresi.

Sekali lagi, pastikan anda berkonsultasi terlebih dahulu dengan dokter anda jika saat ini anda tengah menjalani pengobatan. Terkadang, penggabungan antara obat-obatan dengan suplemen tidak begitu baik bagi tubuh anda.

Bahkan disebutkan pula bahwa beberapa jenis suplemen depresi malah akan membuat depresi anda semakin parah karena mengurangi efek dari obat-obatan yang dokter resepkan khusus untuk anda.

Berolahraga

Selain bisa memberikan anda kesehatan fisik, rajin berolahraga juga bisa menangkal depresi yang mungkin tengah anda rasakan saat ini. Cobalah berolahraga sebanyak 30 menit sebanyak 3 hingga 5 kali dalam seminggu.

Berolahraga atau beraktivitas secara fisik mampu meningkatkan produksi endorfin di dalam tubuh, yaitu sejenis hormon yang dapat meningkatkan suasana hati anda.

Hindari Alkohol

Alkohol dan obat-obatan terlarang memang bisa menenangkan anda, tetapi hanya dalam waktu singkat saja. Dalam jangka panjang, senyawa yang terdapat dalam obat dan alkohol tersebut bisa membuat depresi dan gejalanya semakin parah.

Jaga Diri Anda

Jagalah diri anda dari hal-hal yang dapat membuat depresi anda semakin parah. Beberapa hal yang bisa anda lakukan adalah dengan memperbaiki pola tidur, memiliki pola makan sehat, menghindari orang-orang toxic dan negatif, belajar mengatakan “tidak”, serta berpartisipasi dengan kegiatan yang menyenangkan.

Terkadang, depresi tidak akan merespon terhadap obat-obatan yang anda konsumsi. Saat itu terjadi, dokter anda pun pasti akan menawarkan metode lain untuk memeranginya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *