Info Sehat

Cara Membuat Oralit Beserta Tips Jika Terkena Penyakit Diare

Oralit merupakan obat yang digunakanan untuk membantu meringankan diare dengan kandungan sejumlah bahan aktif. Oralit berfungsi untuk mengganti cairan tubuh yang hilang...

Written by Bambang Winarso · 7 min read >
Cara Membuat Oralit

Oralit merupakan obat yang digunakanan untuk membantu meringankan diare dengan kandungan sejumlah bahan aktif. Oralit berfungsi untuk mengganti cairan tubuh yang hilang karena gejala diare hingga muntah-muntah. Cara membuat oralit sendiri cukup mudah dan bisa dilakukan sendiri. Namun sebelum memulai membuat dan mengkonsumsi oralit ada baiknya untuk terlebih dahulu memahami kandungan, manfaat, takaran yang tepat dan efek pengobatan oralit.

Pengertian Oralit

Oralit merupakan pengobatan berbentuk minuman atau cairan yang kandungan didalamnya terdiri dari gula, garam, dan air putih. Dalam bahasa Indonesia oralit lebih dikenal dengan istilah Larutan Gula Garam atau LGG dengan trademark beragam dan dosis yang beragam sesuai dengan usia pengguna serta kondisi dehidrasi penderita. Oralit selain mudah dibuat sendiri dirumah oralit bentuk instant dengan takaran dan dosis yang tepat juga tersedia di berbagai apotik di sekitar anda.

Oralit merupakan obat yang berfungsi mengganti cairan elektrolit dan mineral di dalam tubuh atau gejala dehidrasi akibat berbagai faktor seperti karena diare, muntah-muntah, atau aktivitas yang berlebihan. Oralit sendiri terdiri dari bahan dasar air, garam, dan gula putih. Bahan yang mudah diperoleh tersebut memiliki kandungan seperti glukosa anhydrous, natrium bicarbonate, natrium klorida, dan CaCl2.

Oral Rehydration Salts (ORS) atau yang paling umum kita kenal sebagai oralit merupakan kategori pengobatan esensial menurut WHO atau badan kesehatan dunia. Merek dagang oralit yang tersedia di pasaran atau apotek antara lain Oralit®, Pharolit®, Naturalyte®, dan Pedialyte®. Dan juga dapat dibuat sendiri karena cara membuat oralit pada dasarnya cukup mudah dengan bahan yang dapur yang mudah diperoleh juga.

Manfaat Pengobatan Oralit

Penelitian menunjukkan Oralit tergolong cukup efektif dan relatif sama dengan pemberian cairan intravena (infus) ketika merawat dehidrasi. Oralit yang dapat membantu meringankan gejala dehidrasi akan bermanfaat meredakan gejala diare. Diare terjadi ketika feses berbentuk cairan atau yang biasa disebut mencret sehingga penderita menjadi lebih sering buang air besar. Selain tidak nyaman dan mengganggu aktivitas sehari-hari diare yang dibiarkan juga dapat menunjukkan gejala penyakit yang lebih serius seperti dehidrasi.

Diare disebabkan pada gangguan di dalam usus besar dengan sebab dan faktor yang beragam. Dapat disebabkan oleh virus, alergi, konsumsi makanan pedas, asam, bersantan, atau kelebihan vitamin C. Pada kondisi dimana usus besar tidak mampu mencerna sisa makanan dengan baik dan cairan dalam tubuh tidak cukup maka yang terjadi adalah sisa makanan keluar dalam bentuk cair. Sehingga perlu diperhatikan apa saja yang kita makan dan masuk kedalam tubuh untuk menghindari kondisi yang tidak diinginkan seperti diare hingga dehidrasi.

Faktor kebersihan lingkungan hidup dan makanan yang dikonsumsi juga dapat memicu timbulnya diare serta komplikasi penyakit lainnya. Bermukim dan hidup di dalam area yang kotor, terkena banjir, tergenang air bisa menyebabkan seseorang lebih rentan terserang penyakit termasuk diare. Sehingga peran oralit pada dasarnya dapat dikatakan cukup penting untuk beberapa kondisi seseorang. Oralit cukup sering digunakan dan cukup umum dikenal bagi kalangan penduduk yang bermukim di daerah kurang layak dan rentan bencana seperti banjir karena merupakan pengobatan yang cukup instan dan terjangkau untuk meringankan gejala dehidrasi dari diare hingga malaria.

Kondisi lainnya yang akan membutuhkan pengobatan oralit adalah hiperemesis gravidarum dimana seseorang mengalami muntah-muntah dengan frekuensi tinggi. Ibu hamil maupun orang yang sedang mengalami sakit tertentu dapat mengalami hiperemesis gravidarum. Hiperemesis gravidarum menyebabkan dehidrasi pada penderitanya apabila cairan di dalam tubuh tidak segera diganti. Sehingga bagi penderita hiperemesis gravidarum baik ibu hamil maupun penderita penyakit tertentu yang memicu muntah berlebihan disarankan untuk mengkonsumsi oralit disertai obat sampingan seperti mediamer B6 dan domperidon yang sudah sesuai takaran dari dokter.

Oralit jenis ReSoMal dapat digunakan untuk membantu pengobatan malnutrisi.  ReSoMal sendiri merupakan Rehydration Solution for Malnutrition atau oralit yang dikembangkan oleh UNICEF agar layak dikonsumsi oleh penyandang malnutrisi. Oralit yang sebenarnya kurang tepat untuk dikonsumsi bagi penderita dehidrasi malnutrisi tetap dapat mengkonsumsi jenis oralit ReSoMal yang kandungan yodiumnya tidak lebih banyak dari kandungan potasium.

Pada kondisi cuaca ekstrim seperti panas berlebih atau aktivitas yang tinggi akan gerak tubuh menjadi lebih cepat kehilangan cairan. Selain air putih pemulihan yang cepat juga bisa dilakukan dengan konsumsi oralit. Pada kondisi tubuh yang dehidrasi seseorang disarankan banyak mengkonsumsi air mineral dan tambahan oralit untuk membantu pemulihan yang lebih cepat karena cara membuat oralit  juga relatif mudah dan cepat.

Terdapat beberapa kondisi seseorang tidak diperbolehkan mengkonsumsi oralit. Seperti anuria dimana seseorang memiliki ginjal yang tidak mampu memproduksi urin secara normal. Malabsorbsi glukosa dimana seseorang memiliki kondisi feses yang mengandung kadar glukosa berlebihan. Dehidrasi Akut dimana seseorang mengalami dehidrasi yang tidak bisa ditangani dengan rehidrasi oral sehingga harus ditangani dengan rehidrasi parenteral.

Dosis Oralit

Oralit seperti halnya pengobatan lainnya penggunaanya juga harus dengan dosis yang tepat. Bagi orang dewasa dengan dehidrasi ringan oralit yang dikonsumsi disarankan 50 ml larutan per kg berat tubuh setiap 4-6 jam. Serta 100 ml larutan oralit per kg berat tubuh setiap 4-6 jam untuk dehidrasi sedang. Untuk orang dewasa dengan gejala dehidrasi ringan dapat mengkonsumsi oralit 100-20 ml per kg berat badan per hari. Sedangkan untuk dewasa yang mengalami dehidrasi akut maka dapat mengkonsumsi 15 ml larutan oralit per kg berat badan setiap jam.

tabel pemberian oralit

Bagi anak-anak dengan usia dua tahun oralit yang dapat dikonsumsi per hari adalah 15 ml per kg berat tubuh. Usia 2 hingga 10 tahun 50 ml / kg berat badan 4 hingga 6 pertama dan dilanjutkan 100 ml / kg berat badan 18 hingga 24 jam berikutnya. Oralit pada umumnya tersedia dalam kemasan dengan dosis 200 ml dan dilarutkan dalam air 200 ml. Pada kondisi tertentu dewasa maupun anak-anak perlu mengkonsultasikan takaran cara membuat oralit terlebih dahulu dengan dokter seperti pada penderita komplikasi atau penyakit tertentu yang sudah disebutkan di atas.

Oralit untuk bayi dan anak di bawah 2 tahun maka yang dibutuhkan adalah 0,5 liter per hari sedikit demi sedikit tanpa mengurangi ASI dan makan. Gejala kekurangan cairan atau dehidrasi seharusnya mulai menghilang dan berkurang dalam beberapa jam setelah mengkonsumsi larutan oralit. Secara normalnya setelah mengkonsumsi juga mulai buang air kecil lebih sering serta ditandai urin yang lebih terang atau tidak keruh. Jika gejala kekurangan cairan tidak membaik maka dapat diindikasi dehidrasi tergolong parah.

Apabila muncul gejala berikut maka perlu segera mengkonsultasikan konsumsi oralit kepada dokter. Kondisi seperti muncul darah pada tinja hingga feses berwarna hitam yang mengindikasi feses tidak sehat. Muntah terus-menerus atau semakin parah hingga oralit tidak dapat masuk kedalam tubuh. Demam tinggi hingga kejang yang harus segera dilarikan pada tenaga medis. Dehidrasi berat dengan indikasi merasa pusing, lesu, mata cekung, tidak buang air kecil dalam 12 jam terakhir tidak bisa diberikan pengobatan oralit karena akan memperparah.

Secara umum oralit dapat dibuat sendiri dirumah dengan sangat mudah apabila sudah mengetahui takaran yang harus digunakan. Oralit dapat dibuat menggunakan paket jadi yang dapat diperoleh dari apotek seperti yang sudah disebutkan yakni oralit merk dagang Pedialyte®, Naturalyte®, dan Pharolit®. Dapat juga menggunakan bahan rumahan yakni berupa air bersih, garam, dan gula dengan takaran yang sudah dikonsultasikan terlebih dahulu tentunya.

Langkah Membuat Cairan Oralit

Cara membuat oralit sebenarnya cukup mudah selain membeli kemasan oralit di apotik terdekat. Cara pembuatannya juga cukup menggunakan bahan-bahan dapur yang tersedia di rumah dengan rincian sebagai berikut. Sebelum mulai membuat pertama-tama pastikan tangan sudah benar-benar bersih. Hindari menyebarkan kuman lewat tangan yang masih kotor sehingga minuman tercemar dan menyebabkan diare. Cuci tangan sampai bersih dengan sabun dan air mengalir.

Cara membuat oralit selanjutnya siapkan alat-alatnya, yaitu sendok, gelas dan teko. Beserta bahan yaitu satu liter air matang atau setara dengan lima gelas air matang dan bahan dapur yang perlu disiapkan adalah garam dapur dan gula putih. Pastikan alat dan bahan tersebut sudah benar-benar steril sebelum digunakan untuk membuat larutan oralit dengan mencuci alat-alat tersebut menggunakan sabun dan sudah dikeringkan dengan handuk atau lap yang bersih pula. Selain alat yang perlu diperhatikan pula adalah air yang harus benar-benar sudah matang.

Cara membuat oralit selanjutnya adalah mencampur setengah sdt garam dengan delapan sdt gula putih kedalam air matang yang sebelumnya sudah disiapkan di dalam wadah. Aduk campuran di dalam satu liter air matang tersebut dengan merata menggunakan sendok. Pastikan campuran larutan dengan air sudah benar-benar larut dan tidak ada partikel garam atau gula yang masih mengendap. Cairan oralit kemudian sudah jadi dan dapat dikonsumsi. Cairan oralit hanya dapat disimpan selama 24 jam dan tidak bisa lebih lama karena kemungkinan kontaminasinya. Sehingga langsung hidangkan untuk langsung diminum pada penderita dehidrasi.

Untuk kondisi dehidrasi tertentu atau komplikasi lainnya kadar dan takaran bahan yang dicampurkan dalam air dapat berbeda. Maka penting untuk mengkonsultasikan terlebih dahulu dengan doktor. Takaran yang sudah disebutkan merupakan takaran untuk membuat oralit bagi dehidrasi sedang.

Sedangkan cara membuat oralit kemasan dari apotek dan toko obat  juga cukup mudah. Terdapat banyak jenis oralit yang berbentuk sachet serta kelebihan jenis ini daripada oralit yang dibuat sendiri seperti di atas adalah takarannya yang sudah ditentukan sehingga dosis elektrolit komposisinya sudah sesuai baik untuk bayi atau anak-anak yang mengalami diare.

Untuk menyiapkan oralit jenis sachet cukup dengan mengikuti petunjuk pada label. Yakni secara umum larutan dicampurkan dengan 200 ml air panas atau air minum untuk diaduk sampai rata dan benar-benar larut sebelum dihidangkan. Oralit instan juga memiliki petunjuk pemakaian yang lengkap dan jenis kondisi penderita apa saja yang tidak bisa diberi pengobatan oralit.

Secara umum wajarnya oralit digunakan untuk mengganti cairan dan elektrolit yang hilang karena gejala diare dan muntah-muntah atau jenis penyakit lainnya yang menimbulkan gejala dehidrasi. Dehidrasi berlebihan yang berbahaya dapat diantisipasi di awal apabila sudah muncul gejalanya dengan mencoba mengkonsumsi larutan oralit. Yang dianjurkan menggunakan oralit adalah kondisi seseorang yang mengalami kekurangan cairan dan elektrolit dari kadar rendah hingga tinggi. Pada kondisi dehidrasi ekstrim oralit tidak dapat diberikan karena justru dapat membahayakan.

Oralit perlu dikonsumsi saat mengalami diare atau mencret yang ditandai dengan buang air besar lebih dari tiga kali sehari dan kotoran tinja yang encer atau cair. Muntah-muntah baik yang karena gejala diare yakni muntaber ataupun tidak seperti pada kondisi Ibu hamil dan gejala penyakit lainnya.

Konsumsi oralit ketika tubuh menunjukkan tanda kekurangan cairan seperti jarang buang air kecil, urin berwarna kuning tua, peningkatan rasa haus, mulut kering, mengantuk, sakit kepala, kulit kering, dan pusing. Dehidrasi yang ringan perlu segera ditangani agar tidak beranjak menjadi dehidrasi yang lebih parah. Dehidrasi terjadi ketika pengeluaran cairan di dalam tubuh lebih banyak daripada masuknya cairan dan elektrolit dalam tubuh.

Efek Samping Oralit

Terdapat beberapa efek samping oralit itu sendiri yang mungkin terjadi setelah dikonsumsi meskipun pada umumnya oralit tidak memberikan efek samping. Pertama adalah mual yang mungkin terjadi disertai perut kembung. Peningkatan kadar kalsium serta efek samping lainnya dari oralit dapat terjadi untuk kondisi tertentu pada orang yang mengkonsumsi.

Apabila terjadi efek samping yang tidak wajar dan berlebihan maka penting untuk segera mengkonsultasikan kepada dokter. Penggunaan oralit dengan beberapa jenis obat-obatan lainnya dapat mempengaruhi kinerja oralit untuk meringankan gejala dehidrasi hingga efek samping yang lebih serius.

Peringatan dan Perhatian

Cara membuat oralit yang mudah serta manfaatnya untuk membantu meringankan gejala dehidrasi juga perlu diperhatikan bahwa oralit masih tergolong jenis obat yang harus digunakan sesuai resep dokter. Kesalahan dosis oralit pada kondisi tertentu dapat memicu efek yang lebih berbahaya sehingga perlu diperhatikan dengan baik dan dikonsultasikan penggunaannya.

Kondisi tekanan darah pada penderita diare dan jenis penyakit lainnya perlu dipantau karena bisa jadi keadaan dehidrasi sudah tergolong parah. Untuk penderita dengan kondisi dehidrasi parah sangat dilarang untuk mengkonsumsi oralit. Selain dehidrasi parah penderita malabsorbsi glukosa tidak disarankan diberikan pengobatan oralit. Oralit juga tidak bisa dikonsumsi penderita gagal ginjal, penyakit jantung, dan hiperkalemia.

Perlu dipahami bahwa oralit bukanlah obat diare melainkan obat pengganti kehilangan cairan di dalam tubuh. Efek dan indikasi oralit bisa beragam seperti yang sudah disebutkan diatas serta dosis penggunaannya pun juga bergantung pada kondisi dehidrasi seseorang. Tidak semua jenis dehidrasi atau komplikasi penyakit yang menimbulkan dehidrasi bisa begitu saja diberikan pengobatan oralit karena bisa jadi reaksi obatnya dengan kandungan oralit dapat menimbulkan efek tertentu yang membuat tidak nyaman atau bahkan berbahaya.

Itulah cara membuat oralit beserta definisi serta penggunaan oralit itu sendiri. Pada kondisi kesehatan dan komplikasi tertentu serta dehidrasi ekstrim oralit tidak dapat diberikan karena dapat menimbulkan efek samping yang berbahaya. Pada umumnya untuk meringankan gejala dehidrasi terdapat takaran dan dosis penggunaan oralit untuk masing-masing usia yang tertera dalam kemasan oralit instan maupun dari resep dokter. Pada kondisi dehidrasi normal maka minum air putih disertai resep oralit yang sudah disebutkan diatas dapat dicoba dilakukan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *