Info Sehat

Apa itu Virus Corona, Gejala dan Penularannya

Indonesia kini telah memasuki status darurat Virus Corona COVID-19. Pada Kamis (19/03) terhitung sebanyak 309 orang di Indonesia telah terinfeksi virus yang...

Written by Bambang Winarso · 7 min read >
Apa Itu Virus Corona

Indonesia kini telah memasuki status darurat Virus Corona COVID-19. Pada Kamis (19/03) terhitung sebanyak 309 orang di Indonesia telah terinfeksi virus yang menyerang sistem pernapasan tersebut.Dari total 309 kasus tersebut, 25 orang telah meninggal dunia, dan sebanyak 15 orang telah sembuh dari infeksi virus corona.

Melihat angka kasus Virus Corona di Indonesia yang berangsur naik semakin  membuat masyarakat khawatir, mengingat Indonesia juga merupakan negara dengan tingkat kematian tertinggi kasus COVID-19 yaitu sebesar 3,47%. Dengan kondisi darurat Virus Corona ini, tentu masyarakat diharapkan agar lebih berhati-hati dan selalu menjaga diri agar tidak tertular virus ini.

Agar kita bisa menghindari serangan Virus Corona dengan baik, tentu kita harus mengetahui apa itu Virus Corona terlebih dahulu. Dengan mengetahui informasi mengenai Virus Corona, diharapkan kita bisa menjaga diri dan lingkungan sekitar kita dengan baik.

Berikut informasi yang akan menjawab pertanyaan “apa itu Virus Corona?” untuk Anda.

Apa itu Virus Corona?

Virus Corona atau severe acute respiratory syndrome coronavirus 2 (SARS-CoV-2) merupakan virus yang menyerang sistem pernapasan. Sedangkan COVID-19 adalah penyebutan untuk penyakit yang disebabkan oleh virus ini. Virus ini dapat menyebabkan gangguan pada sistem pernapasan, pneumonia akut, hingga dapat menyebabkan kematian.

Nama Virus Corona berasal dari bahasa Latin corona dan bahasa Yunani, yang memiliki arti mahkota atau lingkaran cahaya, yang mengacu pada penampilan karakteristik virus ini.

Virus ini bersifat zoonosis, yang berarti ia merupakan penyakit yang dapat ditularkan dari binatang ke manusia. Contoh penyakit zoonosis yang lain, di antaranya Rabies dan Malaria. Begitu pula dengan MERS-CoV, salah satu jenis Virus Corona, yang ditularkan dari unta ke manusia.

Baca juga : Ini dia Tips Mencegah Corona

Untuk Novel Coronavirus yang sedang menjadi wabah ini merupakan Virus Corona dengan jenis baru yang sebelumnya belum teridentifikasi pada manusia. Novel Coronavirus yang sebelumnya disebut 2019-nCoV ini baru teridentifikasi ketika muncul kasus pertamanya di Kota Wuhan, China, pada 31 Desember 2019. Kemudian virus ini secara resmi disebut SARS-CoV-2.

Apa Itu Virus Corona

Sejarah Virus Corona

Pada tahun 1937, para ilmuwan pertama kali mengisolasi virus yang menyebabkan penyakit bronkitis menular pada unggas. Kemudian pada tahun 1965, Tyrrell dan Bynoe, dua orang yang merupakan peneliti ini menemukan bukti Virus Corona terdapat pada manusia yang sedang mengalami flu biasa.

Dan di akhir tahun 1960-an, dibentuklah sekelompok ahli virologi yang dipimpin oleh Tyrrell, dan memiliki tugas untuk meneliti strain virus pada manusia dan binatang. Kelompok virus baru yang bernama Virus Corona, kemudian secara resmi dinyatakan sebagai genus virus baru.

Baca juga : Mengejutkan, Ini dia Tanaman Alami Penangkal Corona

Di antara kelompok Virus Corona, dua strain virus yang cukup jarang namun menyebabkan komplikasi yang lebih parah yaitu SARS-CoV yang menyebabkan Severe Acute Respiratory Syndrome (SARS) dan Virus Corona MERS-CoV yang menyebabkan Middle East Respiratory Syndrome. Kemudian pada akhir Desember 2019 lalu, para peneliti telah mengidentifikasi jenis baru dari Virus Corona yang menginfeksi salah satu warga di Kota Wuhan, China, yang memiliki nama SARS-CoV-2, dan penyakit yang disebabkan oleh virus ini disebut COVID-19.

Untuk SARS-CoV-2 sendiri pertama kali dilaporkan menginfeksi manusia pada 31 Desember 2019 kemarin di Kota Wuhan, China. Semenjak itu, Virus Corona mulai meningkat jumlah kasusnya, dan menyebar ke seluruh dunia.

 

Gejala COVID-19

Infeksi Virus Corona menimbulkan gejala yang berbeda-beda pada penderitanya. Perbedaan gejala yang muncul ini bergantung pada jenis Virus Corona yang menyerang dan seberapa serius infeksi virus itu pada tubuh kita. Berikut gejala penyakit Virus Corona yang tergolong ringan :

  • Hidung beringus (pilek)
  • Sakit kepala
  • Batuk
  • Sakit tenggorokan
  • Demam
  • Merasa tidak enak badan

Untuk beberapa jenis Virus Corona yang dapat menyebabkan penyakit yang lebih parah, contohnya 2019-nCoV, infeksinya dapat berubah menjadi bronkitis dan pneumonia. Gejalanya yang muncul di antaranya :

  • Demam yang cukup tinggi (suhu tubuh di atas 38 derajat Celcius)
  • Batuk dengan lendir
  • Sesak napas
  • Nyeri dada saat bernapas dan batuk

Gejala ini dapat menjadi infeksi yang semakin parah apabila virus menyerang suatu kelompok individu tertentu. Contohnya orang yang memiliki riwayat penyakit jantung atau paru-paru, orang dengan kekebalan daya tubuh yang lemah, lansia, dan juga bayi.

Penularan dan Penyebaran Virus Corona

World Health Organization (WHO) telah menyatakan bahwa wabah Virus Corona COVID-19 ini merupakan sebuah pandemi. Mengapa demikian? Penyebaran kasus Virus Corona ini menjadi sangat cepat dalam waktu yang sangat singkat. Dibuktikan dengan adanya lonjakan kasus di beberapa negara seperti Korea Selatan dan Italia.

Menurut WHO, Virus Corona dapat menyebar melalui tetesan kecil yang berasal dari hidung atau mulut ketika orang yang terinfeksi virus ini sedang batuk atau bersin. Tetesan itu dapat jatuh di tempat-tempat publik, kemudian mengenai orang lain yang masih belum terinfeksi.

Apabila orang yang terkena tetesan kecil ini tidak mencuci tangannya kemudian menyentuh area wajah, seperti hidung, mata, dan mulut, dapat dikhawatirkan virus masuk melalui salah satunya.

Ketika Anda duduk atau berada di dekat orang yang terinfeksi Virus Corona dalam waktu yang lama, hal ini juga dikhawatirkan dapat menularkan Virus Corona kepada Anda.

Maka dari itu, penting untuk kita semua agar mencuci tangan sesering mungkin agar dapat terhindar dari Virus Corona COVID-19.

Sedangkan penyebaran virus corona di dunia mengalami peningkatan dalam jumlah kasus. Italia dan Korea Selatan misalnya, kedua negara ini mengalami lonjakan tajam kasus infeksi Virus Corona COVID-19.

Di Korea Selatan, wilayah yang menjadi pusat lonjakan tajam kasus Virus Corona COVID-19 adalah Daegu. Lonjakan kasus ini diduga disebabkan oleh pasien ke-31 yang tidak diisolasi selama pemeriksaan Virus Corona. Pasien ini menolak untuk diisolasi karena merasa tidak tertular Virus Corona karena ia tidak pernah melakukan perjalanan ke luar negeri. Pasien ini akhirnya melakukan aktivitasnya seperti biasa di tempat-tempat publik bahkan menghadiri acara yang dihadiri oleh banyak orang.

Dari sinilah lonjakan tajam kasus Virus Corona COVID-19 di Korea Selatan terjadi. Ada ribuan orang yang telah diperiksa kesehatannya, dan orang yang terinfeksi Virus Corona semakin banyak. Hal ini dikarenakan ketika orang-orang yang berinteraksi dengan pasien ke-31 terpapar Virus Corona, maka ia juga akan menularkan Virus Corona itu pada orang lain yang berinteraksi dengannya. Maka terjadilah rantai penyebaran Virus Corona dan semakin lama rantai ini menjadi semakin panjang.

Pasien pertama yang terinfeksi Virus Corona diduga adalah seorang pria berumur 55 tahun yang berasal dari Provinsi Hubei. Kemudian setelahnya muncul kasus-kasus serupa dan semakin banyak yang terinfeksi kasus ini. Lonjakan kasus menjadi semakin besar, dengan peningkatan angka sebanyak dua digit dalam satu harinya. Kemudian pada akhir Desember 2019, China melaporkan kasus pertama Virus Corona COVID-19 yang telah teridentifikasi.

Kemudian terdapat kasus-kasus penyebaran Virus Corona yang dikenal masyarakat Indonesia, seperti kasus penyebaran Virus Corona COVID-19 di kapal pesiar Diamond Princess. Kapal pesiar mewah milik Inggris ini membawa sebanyak 3.711 orang, yang terdiri dari 2.666 orang penumpang dan 1.045 orang awak kapal.

Kapal pesiar ini kemudian dikarantina di pelabuhan Yokohama, Jepang selama 2 pekan. Proses penurunan penumpang dan awak kapal dilakukan secara bertahap. Penampang dan awak kapal yang telah dikonfirmasi tidak terinfeksi atau negatif Virus Corona COVID-19 dan tidak menunjukkan gejala-gejala COVID-19 diperbolehkan untuk turun terlebih dahulu.

Bagaimana Cara Mencegah Virus Corona COVID-19?

Agar Anda tidak terinfeksi Virus Corona COVID-19, Anda wajib melakukan prosedur pencegahan virus ini. Telah ada banyak cara yang disarankan oleh pemerintah bahkan WHO sendiri.

Cara pencegahan ini sangat mudah untuk Anda lakukan, namun perlu adanya perhatian khusus agar kemungkinan tertular Virus Corona COVID-19 ini semakin menurun. Cara-cara pencegahan Virus Corona COVID-19, di antaranya

  1. Rajin Mencuci Tangan

WHO menganjurkan kepada seluruh masyarakat dunia untuk rajin mencuci tangan dengan benar sebagai upaya mencegah Virus Corona. Mencuci tangan sangat membantu untuk menghilangkan kuman-kuman yang menempel pada tangan kita setelah kita beraktivitas.

Sebaiknya Anda mencuci tangan dengan baik sebelum dan setelah Anda melakukan aktivitas di mana saja, terutama di tempat-tempat publik. Karena ada kemungkinan Virus Corona tersebut menempel di tempat-tempat publik, misalkan di pegangan tangga, di gagang pintu, bahkan dicurigai penularan Virus Corona COVID-19 ini juga dapat melalui uang tunai.

Karena itu, perlu kita perhatikan lagi apa saja yang telah kita lakukan di luar ruangan ketika bertemu dengan banyak orang. Apakah kita telah berjabat tangan dengan seseorang, berada di dekat seseorang dalam waktu yang lama, menekan tombol di mesin ATM setelah orang yang tertular Virus Corona juga menekannya, dan lain-lain. Anda banyak aktivitas yang memungkinkan Anda dapat tertular Virus Corona COVID-19 ini.

Untuk itu, kesadaran kita untuk menjaga diri sendiri dan lingkungan sekitar kita adalah cara terbaik dalam mencegah penularan Virus Corona COVID-19. Rajin mencuci tangan adalah salah satu cara dalam menjaga kebersihan diri sendiri dan lingkungan sekitar kita.

Cara mencuci tangan yang baik dan benar adalah dengan menggunakan sabun dan air bersih yang mengalir. Karena kulit kita mengeluarkan minyak, kotoran-kotoran bahkan kuman-kuman dapat menempel di minyak kulit kita. Begitu juga dengan kemungkinan menempelnya virus.

Sabun dapat mengikat minyak yang ada di tangan kita dengan molekul air, kemudian air bersih yang mengalir akan membawa kotoran-kotoran dan kuman-kuman yang sebelumnya menempel di tangan kita.

Dalam mencuci tangan pun kita dianjurkan untuk melakukannya dengan waktu yang cukup lama, sekitar 20 detik agar mendapatkan hasil yang baik. Hal ini dikarenakan sabun memerlukan waktu untuk mengikat minyak dengan molekul air. Dalam 20 detik ini juga Anda dapat mencuci tangan Anda sesuai proses mencuci tangan yang benar, dengan tidak melupakan setiap sisi di tangan, jari, dan kuku kita.

  1. Social Distancing

Aturan ini merupakan aturan baru yang kemudian diterapkan dan dianjurkan untuk dilakukan seluruh masyarakat di dunia agar kita dapat menghindar dari penularan Virus Corona.

Social Distancing merupakan sebuah praktek dalam kesehatan masyarakat yang bertujuan untuk mengurangi peluang penularan penyakit dengan mencegah orang yang sakit melakukan kontak dengan orang yang sehat.

Tindakan ini dapat diterapkan dengan cara seperti menutup ruang publik dan membatalkan acara atau kegiatan yang dihadiri banyak orang, serta menghindari keramaian dan menjaga jarak dengan orang lain.

Dalam penanganan pencegahan Virus Corona COVID-19, setiap orang dianjurkan untuk menjaga jarak sekitar 6 kaki atau 2 meter dengan orang lain. Hal ini dapat mengurangi kemungkinan kita tertular Virus Corona COVID-19. Karena, apabila orang lain bersin atau batuk, dengan kita menjaga jarak, kita dapat menjaga diri kita dari virus itu.

Pelaksanaan social distancing ini pun telah diterapkan di sejumlah tempat publik, seperti menjaga jarak ketika mengantri masuk ke bus atau kereta, duduk dengan menjaga jarak ketika menunggu di halte, bahkan orang-orang juga menjaga jarak ketika berdiri menunggu lampu merah untuk menyeberang jalan.

Social distancing yang wajib Anda lakukan adalah salah satunya karantina mandiri di rumah. Agar Anda tidak tertular dan menularkan Virus Corona ke orang lain, maka perlu Anda lakukan karantina mandiri di rumah. Beberapa kota di Indonesia telah me-lockdown wilayahnya, dan perguruan tinggi di Indonesia telah sepakat melaksanakan kegiatan perkuliahan melalui internet, atau online. Sekolah-sekolah juga telah diliburkan selama 14 hari agar mengurangi penularan terhadap Virus Corona COVID-19.

  1. Penggunaan Masker

Masker memang sangat membantu untuk melindungi hidung dan mulut kita dari paparan udara bebas yang bisa saja mengandung virus di dalamnya. Karena Virus Corona dapat masuk melalui mata, hidung, dan mulut, perlu kita jaga kebersihannya.

Dengan menggunakan masker, kita dapat membatasi virus untuk masuk melalui hidung dan mulut.

Ada dua jenis masker yang bisa kita pakai untuk mencegah masuknya Virus Corona, yakni masker bedah dan masker N95. Masker bedah sendiri telah banyak dan umum digunakan oleh masyarakat karena harganya murah dan dapat dengan ditemukan di mana saja.

Sedangkan masker N95 adalah masker yang memiliki rancangan khusus untuk menyaring partikel kecil berbahaya yang ada di udara. Masker N95 inilah yang sebenarnya direkomendasikan untuk mencegah penularan Virus Corona COVID-19. Namun pemakaian masker ini kurang diterapkan oleh masyarakat karena harganya yang relatif mahal dan pemakaiannya yang kurang nyaman. Akhirnya, banyak orang yang lebih memilih masker bedah daripada masker N95 ini.

Yang perlu diperhatikan dalam penggunaan masker ini adalah Anda tidak boleh menyentuh bagian depan masker dengan tangan Anda. Karena bagian depan masker adalah penyaringan udara, sehingga kuman-kuman dan kotoran-kotoran kemungkinan menempel di sana. Ketika ingin melepas masker, Anda bisa melepasnya dari tali yang dikaitkan ke telinga Anda.

  1. Menjaga Imunitas Kekebalan Daya Tubuh

Dan, salah satu pencegahan yang dapat kita lakukan dengan mudah adalah menjaga imunitas tubuh kita. Apabila kita dapat menjaga kekebalan daya tubuh kita dengan baik, maka kita dapat mengurangi kemungkinan kita terinfeksi Virus Corona.

Apabila kita telah terinfeksi, dengan menjaga imunitas kita tetap baik, kita bisa lekas sembuh. Karena dengan meningkatkan imunitas, tubuh kita dapat melawan Virus Corona COVID-19 itu sendiri.

Menjaga imunitas dapat kita lakukan dengan istirahat yang cukup, makan makanan yang mengandung vitamin, protein, dan nutrisi lain dengan cukup, dan berolahraga teratur.

Statistik Penderita Virus Corona di Dunia

Berdasarkan data yang ditunjukkan pada Mobile Map of Novel Coronavirus (COVID-19) Global Cases pada Jum’at (20/03) pada pukul 10.23, China, negara asal wabah Virus Corona COVID-19 ini berada di urutan pertama berdasarkan data kasus yang telah dilaporkan. Dari total 244.517 kasus COVID-19 di seluruh dunia, sebanyak 81.193 kasus dilaporkan di China. 67.800 kasus di antaranya merupakan kasus yang dilaporkan berada di Provinsi Hubei.

Italia menduduki tempat ke-2 dengan total kasus 41.035 setelah mengalami lonjakan tajam. Akibatnya, Italia me-lockdown sejumlah wilayah agar mengurangi penyebaran Virus Corona.

Diikuti dengan Iran dengan total kasus sebanyak 18.407, Spanyol dengan 18.077 kasus, dan Jerman dengan total 15.320 kasus.

Baca juga : Update Penyebaran Virus Corona di Dunia

Dari data total keseluruhan kasus Virus Corona COVID-19 di seluruh dunia, dilaporkan 10.030 kasus pasien meninggal dan 86.025 kasus dengan pasien yang berhasil disembuhkan.

Indonesia sendiri menduduki tempat ke-38 dengan total kasus 311. Di antara total kasus tersebut, sebanyak 25 kasus pasien meninggal dan 15 kasus pasien berhasil disembuhkan.

Itulah informasi-informasi mengenai apa itu Virus Corona yang dapat kami berikan kepada Anda. Agar kita dapat terhindar dari wabah Virus Corona, perlu kita tegaskan lagi cara-cara pencegahan Virus Corona dengan baik. Tetap berada di rumah agar kita dapat mengurangi kemungkinan penyebaran Virus Corona. Agar kita tidak tertular dan menularkan, ada baiknya kita karantina mandiri #dirumahaja. Dengan begitu, kita ikut membantu lingkungan kita agar tidak terjadi penyebaran Virus Corona COVID-19. Stay safe, stay home!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *