Info Sehat

Apa itu Estrogen dan Bagaimana Fungsinya?

Mungkin anda sudah sering mendengar kata estrogen di dalam kehidupan sehari-hari. Tapi apakah anda tahu peranannya di dalam tubuh anda? Estrogen sendiri...

Written by Irfan · 3 min read >
Apa itu Estrogen dan Bagaimana Fungsinya

Mungkin anda sudah sering mendengar kata estrogen di dalam kehidupan sehari-hari. Tapi apakah anda tahu peranannya di dalam tubuh anda? Estrogen sendiri merupakan sejenis hormon yang memainkan berbagai macam fungsi di tubuh seseorang.

Khususnya untuk wanita, estrogen mampu membantu mengembangkan dan memelihara sistem reproduksi dan karakteristik dari si wanita itu sendiri, seperti misalnya payudara dan rambut di area kemaluan.

Di samping itu, estrogen juga berkontribusi terhadap berbagai macam fungsi di tubuh lainnya termasuk kesehatan kognitif, kesehatan tulang, fungsi sistem kardiovaskular, dan proses tubuh penting lainnya.

Ovarium, kelenjar adrenalin, dan jaringan lemak adalah pembuat estrogen. Baik itu pria dan wanita memiliki jenis hormon yang satu ini di dalam tubuhnya, tetapi wanita lebih banyak dalam memproduksinya.

Nah, pada artikel kali ini, kita akan membahas lebih detail apa itu estrogen dan bagaimana fungsinya di dalam tubuh kita.

Apa itu Estrogen dan Bagaimana Fungsinya

Tipe Estrogen

Tidak banyak orang tahu bahwa estrogen ternyata memiliki lebih dari satu jenis. Tentu saja tiap jenis memainkan peran penting di tubuh anda. Jenis-jenis estrogen tersebut diantaranya:

Estrone

Jenis estrogen ini hadir di tubuh seorang wanita yang telah memasuki masa menopause. Ini merupakan bentuk estrogen yang lebih lemah, dimana tubuh nantinya bisa mengkonversinya ke dalam bentuk estrogen yang lain jika diperlukan.

Estradiol

Baik pria maupun wanita keduanya memproduksi estradiol, dan merupakan jenis yang paling umum pada wanita terutama saat usia produktif.

Tetapi perlu diperhatikan juga jika memiliki kadar estradiol terlalu banyak malah bisa memberikan anda efek samping seperti jerawat, kehilangan gairah sex, osteoporosis, dan depresi.

Lebih jauhnya, kadar estradiol yang sangat tinggi dapat meningkatkan resiko seseorang terkena kanker rahim dan payudara. Tetapi sebaliknya, kadar estradiol terlalu rendah malah akan berakibat turunnya berat badan dan beresiko terkena penyakit kardiovaskular.

Estriol

Lain lagi dengan estriol yang berfungsi dalam membantu anda saat masa kehamilan. Kadar estriol malah akan meningkat ketika anda hamil demi membantu rahim untuk tumbuh dan mempersiapkan tubuh anda dalam proses melahirkan. Bahkan kadar estriol akan mencapai puncaknya tepat sebelum anda melahirkan.

Fungsi Estrogen

Seperti yang sudah disebutkan di atas bahwa estrogen memiliki berbagai macam fungsi di dalam tubuh anda, terutama terhadap area reproduksi anda. Secara lebih lengkapnya, estrogen bisa memainkan fungsinya pada organ-organ tubuh seperti:

  • Ovarium. Estrogen dapat membantu merangsang pertumbuhan folikel telur.
  • Vagina. Di dalam vagina, estrogen menjaga ketebalan dinding vagina dan meningkatkan cairan untuk pelumasan.
  • Rahim/Uterus. Estrogen meningkatkan sekaligus mempertahankan selaput lendir yang melapisi rahim. Ia juga berfungsi dalam mengatur aliran dan ketebalan sekresi lendir di dalam rahim.
  • Payudara. Tubuh anda akan menggunakan estrogen dalam pembentukan jaringan payudara. Hormon ini juga tentunya membantu menghentikan aliran susu setelah masa menyusui (penyapihan) berakhir.

Kadar Estrogen

Kadar estrogen setiap orang pastilah sangat berbeda. Hormon ini bisa berfluktuasi selama siklus menstruasi dan seiring dengan berjalannya usia seseorang. Sayangnya, fluktuasi ini terkadang bisa menciptakan efek samping seperti misalnya perubahan suasana hati sebelum mesntruasi atau hot flash saat masa menopause.

Beberapa faktor yang dapat mempengaruhi kadar estrogen dalam tubuh seseorang seperti:

  • Kehamilan, masa akhir kehamilan, dan saat menyusui.
  • Masa pubertas.
  • Menopause atau mati haid.
  • Usia yang semakin menua.
  • Kelebihan berat badan dan obesitas.
  • Menjalani diet ekstrim atau anoreksia nervosa.
  • Latihan atau olahraga berat.
  • Penggunaan obat-obatan tertentu seperti steroid, ampisilin, obat-obatan yang mengandung estrogen, fenotiazin, dan tetrasiklin.
  • Bebreapa kondisi bawaan seperti sindrom Turner.
  • Tekanan darah tinggi.
  • Insufisiensi ovarium primer.
  • Kelenjar pituitary yang kurang aktif.
  • Sindrom ovarium polikistik (PCOS – polycystic ovary syndrome).
  • Tumor ovarium atau kelenjar adrenal.

Tentunya, jika anda memiliki kadar estrogen yang tidak seimbang, maka anda pun bisa mengalami berbagai macam efek samping yang kurang menyenangkan.

Efek Samping dari Ketidakseimbangan Estrogen

Beberapa efek samping yang mungkin bisa anda dapatkan akibat ketidakseimbangan estrogen di tubuh diantaranya:

  • Siklus menstruasi yang tidak teratur, atau bahkan tidak mengalaminya sama sekali dalam satu bulan atau lebih.
  • Mengalami pendarahan yang tidak normal selama masa menstruasi (pendarahan bisa terlalu banyak ataupun sedikit).
  • Gejala pramenstruasi atau menopause yang semakin parah.
  • Hot flash (merasa kepanasan di malam hari), berkeringat di malam hari, atau keduanya.
  • Benjolan non-kanker pada payudara dan rahim.
  • Perubahan suasana hati dan masalah pola tidur.
  • Berat badan yang bertambah, terutama di area pinggul, paha, dan pinggang.
  • Hasrat seksual yang rendah.
  • Kekeringan vagina atau atrofi vagina.
  • Perubahan suasana hati.
  • Perasaan depresi dan kecemasan.
  • Kekeringan di kulit.

Meskipun satu atau dua efek di atas bisa terjadi selama masa subur, tetapi biasanya efek tersebut akan kian bertambah setelah anda memasuki periode menopause.

Para pria pun ternyata bisa mengalami ketidakseimbangan kadar hormon estrogen di dalam tubuh mereka, tetapi efek sampingnya tidak sebanyak yang dirasakan kaum wanita. Beberapa yang paling umum diantaranya:

  • Masalah infertilitas (ketidak-suburan).
  • Disfungsi ereksi.
  • Payudara yang membesar, dikenal juga sebagai ginekomastia.

Ciri yang paling umum terlihat bagi pria dengan kadar hosmon estrogen rendah adalah cenderung memiliki lemak perut berlebih dan libido yang rendah.

Pengobatan Ketidakseimbangan Estrogen

Jika seseorang memiliki kadar estrogen yang rendah, maka para ahli biasanya akan menyarankan beberapa suplemen dan obat-obatan. Adapun beberapa produk berbasis estrogen seperti estrogen sintetis, estrogen bioidentikal, dan premarin. Premarin sendiri merupakan jenis obat yang mengandung estrogen yang didapat dari air kencing kuda betina yang tengah hamil.

Tetapi bagi anda yang tidak terlalu suka dengan pilihan di atas, anda pun masih bisa melakukan terapi estrogen, mengkonsumsi pil KB, atau memakan beberapa makanan yang mengandung fitoestrogen.

Beberapa jenis makanan fitoestrogen yang bisa didapatkan dengan mudah diantaranya adalah sayuran cruciferous, kacang kedelai, buah berry, biji-bijian, kacang-kacangan, buah-buahan, serta beberapa makanan lainnya yang mengandung protein kacang kedelai.

Terapi Estrogen

Terapi jenis ini dapat membantu mengelola gejala menopause anda karena masih termasuk ke dalam terapi hormon, yang biasanya orang menyebutnya sebagai terapi pengganti hormon.

Perawatan terapi estrogen ini bisa dalam bentuk pil, semprotan hidung, gel kulit, suntikan, atau bahkan cincin yang digunakan di vagina anda. Terapi estrogen tentunya dapat menjaga gejala yang muncul akibat ketidakseimbangan hormon tersebut, termasuk hot flash, kekeringan vagina, perasaan sakit saat hubungan seksual, perubahaan suasana hati, masalah tidur, kecemasan, dan hasrat seksual yang menurun.

Bahkan disebutkan pula bahwa terapi estrogen mampu membantu mengurangi resiko anda terkena osteoporosis yang mana selalu meningkat sesaat setelah wanita memasuki periode menopause.

Bagi anda yang belum menopause, terapi estrogen juga bisa memecahkan masalah tertentu termasuk:

  • Insufisiensi ovarium primer, dan beberapa masalah ovarium lainnya.
  • Beberapa jenis jerawat.
  • Beberapa kasus kanker prostat.
  • Pubertas yang tertunda atau lambat, seperti misalnya pada penderita sindrom Turner.

Tetapi sayangnya, terapi estrogen ini diikuti dengan efek samping seperti perut kembung, nyeri pada bagian payudara, sakit kepala, keram kaki, gangguan pencernaan, mual, pendarahan di vagina, dan retensi cairan yang menyebabkan pembengkakan.

Bahkan beberapa jenis terapi hormon juga dapat meningkatkan anda terkena stroke, pembekuan darah, kanker rahim, dan kanker payudara.

Dengan begitu, terapi hormon bukanlah untuk semua orang. Seseorang yang memiliki riwayat keluarga dengan kanker payudara atau masalah tiroid biasanya sangat tidak disarankan untuk penggunaan terapi estrogen. Jadi, sebelum anda memulainya, pastikan untuk berbicara terlebih dahulu dengan dokter.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *