Info Sehat

8 Makanan Sehat ini Ternyata Tidak Menyehatkan

Makanan menyehatkan memang selalu dijadikan incaran bagi siapa saja yang ingin menjalani pola hidup sehat. Beberapa jenis makanan yang mengandung nutrisi penting...

Written by Irfan · 3 min read >
8 Makanan Sehat ini Ternyata Tidak Menyehatkan

Makanan menyehatkan memang selalu dijadikan incaran bagi siapa saja yang ingin menjalani pola hidup sehat. Beberapa jenis makanan yang mengandung nutrisi penting pun semakin banyak dilahap demi memperoleh manfaat yang dimilikinya.

Beberapa makanan yang sudah jelas dapat memberikan anda manfaat kesehatan adalah buah-buahan dan sayuran, terutama jenis yang memiliki warna terang. Semakin terang warna mereka, maka semakin menyehatkan karena pertanda mengandung lebih banyak antioksidan yang mampu meningkatkan sistem kekebalan tubuh anda.

Tetapi terkadang, makanan sehat pun bisa berbalik membahayakan tubuh jika tidak dipilih secara teliti. Bahkan beberapa makanan ini menyamar sebagai makanan sehat, padahal sama sekali tidak memberikan nutrisi sebanyak yang diperlukan oleh tubuh anda.

Parahnya, persepsi masyarakat selalu saja salah dan menganggap makanan samaran ini sebagai makanan sehat yang wajib didapatkan. Maka dari itu, wajib mengetahui makanan mana saja yang buruk untuk dikonsumsi tetapi dianggap sebagai makanan sehat.

8 Makanan Sehat ini Ternyata Tidak Menyehatkan

Tanpa panjang lebar lagi, berikut adalah makanan buruk yang menyamar sebagai makanan sehat.

  1. Makanan Rendah Lemak atau Bebas Lemak yang Diproses

Asupan lemak ke dalam tubuh seringkali dibatasi demi menghindari berat badan berlebih, tetapi sebenarnya tubuh anda masih membutuhkan asupan lemak agar fungsinya berjalan sebagaimana mestinya.

Salah satu yang menjadi jebakan dari produk makanan adalah jenis yang rendah lemak atau bahkan bebas lemak karena telah menjalani serangkaian proses tertentu. Saat anda mengkonsumsi jenis makanan ini, biasanya secara psikologis tubuh anda akan merasakan ketidakpuasan akan makanan tersebut.

Faktanya, makanan akan terasa kurang lezat ketika lemaknya telah dihilangkan. Parahnya, kebanyakan jenis produk makanan atau minuman rendah lemak yang beredaran di pasaran selalu ditambahkan gula tambahan demi mengisi kekurangan tersebut.

Padahal, lemak jenuh tidaklah berbahaya, tetapi asupan gula yang terlalu banyak yang justru berbahaya.

  1. Jus Buah

Kata siapa jus buah menyehatkan? Jus buah bisa saja menyehatkan jika dikonsumsi tanpa gula. Tetapi kebanyakan dari kita selalu menambahkan gula ke dalam jus buah tersebut.

Bahkan banyak sekali produk jus buah tidak terbuat dari buah asli. Mereka hanya minuman yang berisi pemanis buatan seperti gula dengan campuran bahan kimia yang beraroma buah, sehingga secara rasa dan aroma memiliki karakteristik yang sama seperti buah asli.

Bahkan jika anda mengkonsumsi jus dengan 100% buah asli di dalamnya, itupun bukanlah pilihan yang terbaik untuk anda. Hal ini karena buah akan kehilangan beberapa nutrisi pentingnya setelah menjalani proses tersebut, terutama kandungan serat yang dimilikinya.

  1. Fitosterol Penurun Kolesterol

Fitosterol merupakan nutrisi yang pada dasarnya sejenis kolesterol tetapi dalam bentuk tanaman. Beberapa penelitian telah memperlihatkan bahwa fitosterol tersebut dapat menurunkan kadar kolesterol dalam darah seseorang.

Oleh karena hal inilah, para produsen makanan tertentu selalu memasukan fitosterol ke dalam makanan terproses dan menjanjikan bahwa produknya mampu menurunkan kolesterol dan mengaku mampu membantu mencegah penyakit jantung.

Tetap penelitian lainnya juga menunjukkan bahwa meskipun fitosterol mampu mengurangi kadar kolesterol, tetapi masih memiliki efek negatif terhadap sistem kardiovaskular seseorang dan kemungkinan dapat meningkatkan resiko terkena penyakit jantung hingga bahkan kematian.

Terutama terhadap orang-orang dengan fitosterolemia (sebuah kondisi genetik yang meningkatkan kadar sterol dalam darah) lebih rentan terhadap efek negatif dari fitosterol tersebut.

  1. Margarin

Minyak goreng selalu digadang-gadang sebagai salah satu penyebab seseorang terkena berbagai macam jenis penyakit jantung, begitupun dengan mentega yang juga sudah diberi label sebagai salah satu jenis makanan terburuk karena kandungan lemak jenuh yang tinggi yang dimilikinya.

Akhirnya, para ahli kesehatan pun mulai merekomendasikan margarin sebagai gantinya. Memang zaman dahulu margarin sangat tinggi akan lemak jenuh. Berbeda dengan saat ini yang mana lemak jenuhnya semakin sedikit, tetapi sayangnya masih sarat dengan minyak nabati olahan.

Sehingga tidak aneh jika Framhingham Heart Study menunjukkan bahwa orang-orang yang mengganti mentega dengan margarin lebih mungkin meninggal akibat penyakit jantung. Dengan begitu, merekomendasikan margarin sebagai pengganti dan bukannya memilih mentega alami merupakan saran terburuk yang pernah ada di dalam sejarah kesehatan.

  1. Minuman Olahraga

Minuman jenis ini memang sudah didesain untuk para olahragawan karena di dalamnya mengandung elektrolit (garam) dan gula, yang mana sangat berguna untuk para atlet dalam berbagai macam kondisi.

Tetapi sayangnya, kebanyakan orang tidak membutuhkan asupan garam tambahan atau gula cair di dalam makanan mereka. Memang penting untuk tetap terhidrasi, terutama selama sesi latihan berlangsung. Tetapi sebenarnya anda bisa menggantinya dengan air putih atau air kelapa asli tanpa gula untuk pilihan terbaik.

  1. Sirup Agave

Seiring dengan kesadaran orang-orang akan bahayanya mengkonsumsi gula, maka mereka pun mulai mencari bahan alternatif sebagai pemanis untuk ditambahkan ke dalam makanan mereka. Salah satu yang paling terkenal adalah sirup agave yang konon katanya merupakan jenis pemanis alami.

Masalahnya bukan terletak pada rasa manis yang dimilikinya, tetapi sirup agave tidak bisa dijadikan sebagai pengganti karena malah bisa memberikan efek lebih buruk daripada gula biasa.

Salah satu alasan gula dianggap tidak menyehatkan adalah karena kandungan fruktosa yang dimilikinya, yang mana telah terbukti bisa menyebabkan masalah metabolisme yang sangat parah jika dikonsumsi secara berlebihan.

Gula sendiri mengandung sekitar 50% fruktosa dan sirup jagung sekitar 55%. Tetapi sirup agave malah bisa memberikan lebih banyak dari keduanya, yaitu sekitar 70 hingga 90%.

  1. Minyak Nabati

Kita seringkali disarankan untuk selalu mengkonsumsi berbagai makanan sehat seperti minyak nabati, yang meliputi minyak kedelai, minyak kanola, minyak biji anggur, dan lain sebagainya.

Rekomendasi ini memang didasarkan dari fakta bahwa jenis-jenis minyak nabati ini telah terbukti mampu menurunkan kadar kolesterol dalam darah, setidaknya dalam jangka pendek.

Tetapi perlu diingat bahwa kolesterol darah sendiri merupakan faktor resiko, dan bukanlah jenis penyakit. Meskipun minyak nabati mampu membantu mengurangi faktor resiko tersebut, tetapi tidak adanya jaminan bahwa minyak nabati mampu mencegah berbagai macam kondisi kesehatan seperti serangan jantung atau kematian.

Faktanya, beberapa uji coba terkontrol bahkan telah menunjukkan bahwa meksipun jenis minyak ini mampu mengurangi kolesterol, tetapi masih bisa meningkatakn resiko mengembangkan penyakit jantung dan kerusakan memori.

Tetapi tetap penting sekali mengkonsumsi berbagai macam jenis minyak nabati seperti minyak kelapa dan minyak zaitun dalam jumlah yang sedang. Serta selalu ikuti ukuran penyajian yang disarankan.

  1. Sereal Sarapan Olahan

Sebagian besar sarapan olahan ternyata bisa memberikan efek merugikan, meskipun iklan-iklan di TV menjanjikan kita sebagai makanan yang menyehatkan untuk disantap saat sarapan.

Faktanya, jika anda melihat daftar bahan makanan di dalam label tertentu, kebanyakan dari mereka mengandung biji-bijian olahan, gula, dan bahan kimia buatan. Penting sekali bagi anda untuk selalu memastikan jenis makanan apa yang akan anda masukan ke dalam perut anda, karena itu bisa berefek baik secara langsung maupun tidak langsung terhadap kesehatan anda dalam jangka panjang.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *