Info Sehat

7 Macam Penyebab Pruritus atau Gatal Kulit

Bagi sebagian orang, pruritus atau kondisi kulit yang gatal bisa menjadi masalah serius. Kulit yang gatal bisa menjadi gejala dari beberapa kondisi...

Written by Agung Sanjaya · 3 min read >
7 Macam Penyebab Pruritus atau Gatal Kulit

Bagi sebagian orang, pruritus atau kondisi kulit yang gatal bisa menjadi masalah serius. Kulit yang gatal bisa menjadi gejala dari beberapa kondisi berbahaya seperti penyakit hati atau gagal ginjal.

Untuk mengatasinya, pertama-tama anda harus mengidentifikasi terlebih dahulu masalah yang menjadi penyebabnya.

Kulit memiliki fungsi dan berperan penting sebagai pembatas dan menjaga bagian dalam tubuh anda. Di dalamnya terdapat sel-sel sistem kekebalan yang sangat vital dalam menjaga tubuh anda dari virus, bakteri, dan ancaman tersembunyi lainnya.

Sekali sel-sel tubuh anda mendeteksi zat-zat yang diduga mencurigakan, mereka akan memicu sebuah reaksi yang menyebabkan area tertentu menjadi meradang. Ahli kesehatan menyebut peradangan ini dengan ruam atau dermatitis, sehingga akan mengarah pada kulit yang gatal.

Sel-sel sistem kekebalan tubuh dapat bereaksi terhadap sesuatu yang menyentuh kulit, infeksi, serta penyakit. Beberapa jenis ruam yang berwarna merah, sakit, dan teriritasi dapat menyebabkan lecet atau bercak di kulit.

Adapun beberapa penyebab dari pruritus atau kulit gatal adalah sebagai berikut.

  1. Kulit Kering

Kekeringan di kulit merupakan salaah satu jenis penyebab gatal kulit paling umum terjadi. Jika anda tidak melihat adanya benjolan merah atau perubahan drastis di kulit anda, maka perasaan gatal di kulit bisa disebabkan oleh kekeringan.

Faktor lingkungan pun bisa menjadi penyebab utama dari kekeringan kulit seperti cuaca panas atau dingin dengan kelembaban yang rendah. Mencuci anggota tubuh terlalu sering juga bisa menjadi salah satu penyebab kekeringan di kulit. Meskipun bisa menjangkiti siapapun, tetapi kekeringan kulit lebih rentah dialami oleh orang tua karena kulit mereka cenderung tipis dan mudah kering.

Pelembab alami yang baik biasanya dapat mengatasi kerusakan akibat kulit kering. Kekeringan kulit yang terlalu ekstrim bisa menjadi tanda anda tengah terjangkit dermatitis sehingga anda akan membutuhkan perawatan dan pemeriksaan dari dokter kulit, terutama jika kondisi kulit anda tersebut semakin parah.

Adapun beberapa tanda dan gejala dari kekeringan kulit termasuk:

  • Kulit kasar, bersisik, atau mengelupas.
  • Rasa gatal yang teramat sangat.
  • Kulit nampak kelabu bagi mereka yang memiliki warna kulit gelap.
  • Retak di kulit yang rentan terhadap pendarahan.
  • Kulit atau bibir pecah-pecah.

Sangat diperlukan perawatan yang memadai jika kulit anda terlihat kering karena permukaannya yang retak dapat mengakibatkan kuman untuk masuk. Ketika kuman tersebut masuk ke lapisan kulit anda, maka dapat menyebabkan infeksi. Area yang merah dan sakit bisa menjadi pertanda awal dari infeksi.

Dokter kulit biasanya akan meresepkan anda pelembab untuk digunakan agar melindungi kulit anda sepanjang hari.

  1. Eksim

Eksim atau dermatitis atopik termasuk ke dalam penyebab utama ruam kulit pada anak-anak. American College of Allergy, Asthma & Immunology (ACAAI) melaporkan bahwa eksim menjangkiti 1 dari 5 anak-anak dan 1 dari 50 orang dewasa.

Penyebabnya terkait dengan kebocoran pada penghalang kulit. Hal ini dikarenakan area yang telah kering memiliki resiko lebih besar terkena iritasi dan peradangan. Maka dari itulah, sangat penting bagi siapapun untuk menjaga agar kulit mereka tetap lembab.

Penyakit eksim bisa berkembang kapanpun. Seseorang yang tengah menderita eksim haruslah berhati-hati menjaga kebersihan karena mereka lebih rentan terkena infeksi kulit.

  1. Alergi

Reaksi alergi dan iritasi dapat menyebabkan gatal di kulit. Dermatitis kontak alergi terjadi ketika kulit anda terkena kontak secara langsung dengan alergen.

Alergi kulit adalah ruam merah dan gatal yang bisa berupa lepuhan kecil atau benjolan. Ruam sendiri bisa muncul ketika kulit anda bersentuhan dengan alergen, yaitu biang penyebab alergi yang kemudian diserang oleh sistem kekebalan tubuh anda. Seringkali, dibutuhkan beberapa waktu bagi ruam tersebut menampakkan dirinya di kulit anda.

Menyentuh kain tertentu, binatang, bahan kimia, sabun, dan zat-zat lainnya termasuk yang terdapat dalam jelatang (poison ivy) atau bahkan kosmetik dapat memicu reaksi alergi.

Alergi nikel juga umum terjadi ketika seseorang terkena kontak langsung dengan perhiasan yang memiliki kandungan nikel di dalamnya. Gejalanya bisa berupa kemerahan, benjolan, gatal-gatal, serta membengkaknya area kulit yang telah terkena.

Bagi anda yang merasa sensitif terhadap jenis barang atau makanan tertentu, cara terbaik untuk mengatasi dan mencegah reaksi alergi tentunya dengan menghindari objek itu sendiri.

  1. Urtikaria

Urtikaria atau hives merupakan sejenis peradangan pada kulit yang disebabkan oleh pelepasan zat di tubuh yang bernama histamin. Pelepasan ini akan menyebabkan pembuluh darah kecil menjadi bocor sehingga menyebabkan kulit anda menjadi bengkak.

Terdapat dua jenis urtikaria:

  • Urtikaria Akut. Jenis ini biasa terjadi setelah anda terkena kontak dengan alergen seperti makanan atau pengobatan tertentu. Beberapa non-alergen seperti cuaca panas menyengat atau cuaca dingin yang menggigil, paparan sinar matahari, atau olahraga juga bisa menjadi penyebab dari urtikaria akut.
  • Urtikaria Kronis. Tidak terdapatnya penyebab dari jenis peradangan yang satu ini, sehingga membuatnya semakin sulit untuk dites dan diidentifikasi. Gejalanya bisa menempel hingga berbulan-bulan atau bahkan bertahun-tahun. Meskipun tidak menular, urtikaria kronis bisa menyebabkan perasaan gatal yang tak nyaman dan bahkan disertai rasa sakit.

ACAAI sendiri mengatakan bahwa urtikaria bisa menjangkiti sekitar 20 persen orang-orang di beberapa titik dalam hidupnya.

  1. Gigitan Serangga

Gigitan serangga seringkali membuat kulit seseorang terlihat memerah dan menyala, sehingga menyebabkan perasaan gatal. Gigitan dari kutu kasur atau tungau bahkan bisa menghasilkan ruam besar dan perasaan gatal di sekujur tubuh.

Jika anda melihat adanya bekas gigitan dari kutu tersebut, sebaiknya mulai membersihkan segala macam furnitur rumah anda. Terutama barang yang telah terkena (seperti sprei dan selimut) haruslah dicuci dalam air bersuhu 60 derajat celcius.

  1. Efek Psikologis

Seseorang juga bisa terkena perasaan gatal-gatal yang sama sekali tidak ada hubungannya dengan penyebab fisik. Terdapat pula beberapa kondisi mental yang akan membuat kulit mereka terasa dirangkaki oleh sesuatu, sehingga membuatnya terasa gatal dan ingin menggaruk area tersebut.

Garukan yang terlalu keras tentunya dapat menyebabkan kerusakan pada kulit mereka. Adapun beberapa efek psikologis yang menyebabkan anda mengalami gatal-gatal di kulit adalah:

  • Depresi
  • Kecemasan
  • Gangguan Obsesif Kompulsif
  1. Penyebab Lainnya

Selain parasit dan serangga, terdapat pula infeksi jamur seperti kaki atlet yang bisa menyebabkan perasaan gatal di area dan diantara jari kaki anda.

Selain itu, bisa juga terkait kondisi kesehatan yang berbahaya, terutama gangguan saraf yang disebabkan oleh diabetes, saraf terjepit, dan herpes zoster.

Dokter anda juga mungkin akan menyebut pruritus uremik sebagai gatal ginjal atau pruritus terkait penyakit ginjal kronis, seperti uremia. Uremia sendiri bisa disebut sebagai sindrom yang terjadi ketika ginjal anda mengalami kerusakan yang sangat parah sehingga tidak mampu dalam menyaring racun dalam tubuh.

Seseorang yang terkena uremia akan merasakan perasaan gatal yang parah di malam hari, terutama di area punggung, lengan, dan perut.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *