Info Sehat

6 Efek Negatif yang Terjadi Jika Anda Kekurangan Tidur

Apakah anda sering bergadang di malam hari demi mengerjakan tugas kuliah, pekerjaan, atau sekedar bermain game? Mulai dari sekarang, anda perlu berhati-hati...

Written by Agung Sanjaya · 3 min read >
6 Efek Negatif yang Terjadi Jika Anda Kekurangan Tidur

Apakah anda sering bergadang di malam hari demi mengerjakan tugas kuliah, pekerjaan, atau sekedar bermain game? Mulai dari sekarang, anda perlu berhati-hati karena kebiasaan tersebut bisa merusak kesehatan tubuh anda jika dilakukan terlalu sering.

Selain bisa membuat ritme sirkadian anda menjadi kacau, sering begadang juga akan berdampak pada pola tidur yang buruk dan kekurangan tidur. Tidur di pagi atau siang hari sepanjang waktu tidak akan mampu mengganti 8 jam tidur di malam hari yang berkualitas.

Terlebih lagi, kekurangan tidur akan membuat tingkat energi anda menurun drastis, anda pun akan merasa lebih lesu, lelah, dan letih di siang hari, sehingga membuat anda tidak akan menjadi seseorang yang produktif.

Singkatnya, anda butuh tidur yang cukup dan berkualitas di malam hari agar tetap sehat. Faktanya, proses penyembuhan alami tubuh akan terjadi ketika anda tengah tertidur dan memulihkan keseimbangan kadar kimianya. Kemudian, otak anda juga akan membentuk koneksi pemikiran baru dan membantu retensi memori dalam jangka panjang.

Tetapi tanpa tidur, otak dan tubuh anda pun akan berhenti bekerja dan berfungsi secara normal. Bahkan dikatakan pula bisa mengurangi kualitas hidup anda secara drastis. Dalam sebuah ulasan dalam beberapa penelitian di tahun 2010 menemukan bahwa mereka yang kurang tidur di malam hari lebih beresiko terkena kematian prematur atau mati muda. Sumber 1.

Hal ini karena kebiasaan kurang tidur kronis dapat mengganggu berbagai macam sistem internal tubuh anda dan menyebabkan beberapa gejala yang telah kami paparkan secara lengkap di bawah ini.

1.Mengganggu Sistem Saraf Pusat

Sistem saraf pusat merupakan jalannya informasi utama tubuh anda. Tentunya pola tidur berkualitas sangatlah diperlukan agar ia tetap berfungsi dengan baik. Tetapi jika anda tengah menderita insomnia kronis, maka kondisi ini dapat mengganggu cara tubuh anda dalam mengirim dan memproses informasi tersebut.

Selama tidur, akan terbentuk jalur diantara sel saraf (neuron) di otak anda yang membantu mengingat informasi baru. Namun, kekurangan tidur bisa membuat otak anda merasa kelelahan sehingga tidak akan mampu menjalankan tugasnya dengan baik.

Anda pun akan mengalami kesulitan ketika berkonsentrasi atau mempelajari hal baru. Sinyal-sinyal informasi yang dikirimkan dari tubuh anda pun akan tertunda, sehingga menurunkan koordinasi anda dan meningkatkan resiko kecelakaan bagi para pengguna kendaraan bermotor.

Kekurangan tidur juga bisa mempengaruhi kemampuan mental anda secara negatif. Anda pun nantinya akan merasa lebih cepat marah dan mengalami mood swing (perubahan suasana hati yang tiba-tiba).

Bahayanya, jika kekurangan tidur tersebut berlangsung dalam jangka waktu yang panjang, maka anda pun beresiko terkena halusinasi. Dalam kasus yang lebih parah, kebiasaan ini juga bisa memicu mania pada orang-orang yang menderita gangguan mood bipolar.

Beberapa resiko yang mengerikan lainnya meliputi perilaku impulsif, kegelisahan, depresi, paranoia, hingga pikiran untuk bunuh diri.

2.Mempengaruhi Sistem Kekebalan Tubuh

Ketika anda tengah tertidur, maka sistem kekebalan tubuh anda pun bekerja dan memproduksi senyawa pelindung dan pelawan infeksi seperti antibodi dan sitokin. Kedua senyawa ini sangat berguna dalam melawan benda asing yang masuk ke tubuh termasuk bakteri dan virus.

Bahkan beberapa jenis sitokin dapat membantu anda tertidur dengan nyenyak, sehingga membuat sistem kekebalan tubuh anda semakin efisien dalam menjaga tubuh dari penyakit.

Tetapi kekurangan tidur bisa mencegah sistem kekebalan tubuh untuk berfungsi dengan baik. Tubuh anda pun beresiko kehilangan kekuatannya dalam menghadang penyakit dan bahkan membutuhkan waktu lebih lama untuk pulih dari penyakit.

Jika kondisi ini berlangsung dalam jangka panjang, maka bisa meningkatkan resiko anda terkena kondisi kronis seperti diabetes mellitus dan penyakit jantung.

3.Menganggu Sistem Pernafasan

Hubungan antara sistem pernafasan dan pola tidur berkualitas seringkali berjalan secara beriringan. Terdapat sebuah gangguan yang disebut sebagai obstruktif apnea tidur (OSA – obstructive sleep apnea) yang dapat mengganggu kualitas tidur anda.

OSA bisa membuat anda terbangun lebih sering di malam hari, sehingga anda pun beresiko kekurangan tidur dan bisa mendatangkan penyakit serta infeksi yang tidak diinginkan seperti demam dan flu. Bahkan kekurangan tidur pun bisa membuat penyakit saluran pernafasan anda semakin parah, terutama bagi para penderita penyakit paru kronis.

4.Mempengaruhi Saluran Pencernaan

Bersama dengan kebiasaan makan berlebihan dan jarang berolahraga, kekurangan tidur pun bisa menjadi faktor resiko lainnya anda terkena kegemukan dan bahkan obesitas. Pasalnya, tidur akan mempengaruhi dua jenis kadar hormon, yaitu leptin dan ghrelin, yang mana keduanya bertanggung jawab dalam mengontrol perasaan lapar dan kenyang anda.

Leptin bertugas untuk memberitahu otak anda untuk berhenti makan ketika anda sudah kenyang. Tetapi tanpa tidur yang cukup, otak anda pun akan mengurangi kadar leptin dan malah meningkatkan kadar ghrelin di saat yang bersamaan. Ghrelin sendiri merupakan jenis hormon yang memicu nafsu makan anda meningkat.

Kurangnya kadar leptin dan meningkatnya kadar ghrelin dapat membuat anda merasa lapar sepanjang waktu meskipun sudah banyak makan, alhasil anda pun beresiko mengalami kenaikan berat badan dan obesitas.

Ditambah lagi, kurang tidur bisa membuat anda merasa lebih lelah sehingga malas untuk berolahraga. Seiring waktu, malas berolahraga tersebut akan membuat berat badan anda meningkat secara drastis karena tubuh anda tidak mampu membakar lebih banyak kalori dari yang anda makan.

Parahnya, kekurangan tidur bisa menyebabkan tubuh anda melepaskan lebih sedikit insulin setelah anda makan. Padahal, insulin bertugas dalam membantu kadar gula darah anda tetap seimbang. Anda pun beresiko mengalami resistensi insulin dan mengembangkan kondisi tersebut menjadi diabetes mellitus yang berbahaya.

5.Mengganggu Sistem Kardiovaskular

Tidur dapat mempengaruhi sejenis proses yang menjaga kesehatan jantung dan pembuluh darah anda, termasuk mempengaruhi gula darah, tekanan darah, dan tingkat peradangan dalam tubuh.

Karena alasan inilah, mereka yang kurang tidur lebih rentan terkena penyakit kardiovaskular. Dalam sebuah penelitian bahkan memperlihatkan bahwa insomnia memiliki kaitan erat dengan serangan jantung dan stroke. Sumber 2.

6.Mempengaruhi Sistem Endokrin

Produksi hormon juga sangatlah bergantung pada kualitas dan pola tidur anda. Misalnya untuk produksi testosteron, maka anda butuh tidur setidaknya 3 jam tanpa adanya gangguan, sehingga sering terbangun di malam hari dapat mengganggu produksi hormon anda secara nyata.

Gangguan tersebut juga bisa mempengaruhi produksi hormon pertumbuhan, terutama bagi anak-anak dan bayi. Jenis-jenis hormon ini biasanya membantu tubuh anda dalam membangun massa otot dan memperbaiki sel-sel serta jaringan, serta fungsi utamanya terhadap pertumbuhan anda.

Sebut saja kelenjar pituitari yang dapat melepaskan hormon pertumbuhan sepanjang hari. Agar kelenjar tersebut bekerja secara optimal, maka anda butuh kualitas tidur yang baik, jumlah tidur yang cukup, serta rajin berolahraga dari waktu ke waktu.

Itulah kenapa anak-anak dan bayi harus mendapatkan waktu tidur yang cukup dan gaya hidup yang menyehatkan jika mereka ingin tumbuh secara normal dan optimal.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *