Info Parenting

Cara Menasehati Anak yang Keras kepala

Bagaimana sih cara menasehati anak yang keras kepala? Saat orang tua menghadapi anak yang keras kepala, tentulah reaksi sebagian besar dari kita...

Written by Rachmad · 1 min read >
Cara Menasehati Anak yang Keras kepala

Bagaimana sih cara menasehati anak yang keras kepala? Saat orang tua menghadapi anak yang keras kepala, tentulah reaksi sebagian besar dari kita akan terus marah-marah dan emosi. Bagaimana tidak, jika anak disuruh untuk mandi, dia akan malas. Disuruh belajar malah bermain dan lain-lain. Tentu ini akan membuat orang tua makin stres cara menghadapinya.

Padahal dengan kita marah-marah terhadap anak, akan menjadikan anak tersebut terus melakukan hal demikian. Karena sebenarnya yang dibutuhkan anak adalah perhatian dari orang tuanya. Mungkin selama ini orang tua sibuk dengan pekerjaannya, sehingga waktu buat anak hanya sedikit. Mungkin itulah cara satu cara anak agar mendapatkan perhatian orang tua.

Sebenarnya kita juga bisa loh, mengalihkan energi kita yang digunakan untuk marah-marah ke hal-hal yang bisa mendekatkan hubungan kita terhadap anak. Misalnya dengan cara memberi nasehat anak agar tidak keras kepala. Cara- cara menasehati anak yang keras kepala, bisa terpakan dengan beberapa metode berikut ini.

Cara Menasehati Anak yang Keras kepala

1. Cari tahu penyebab anak suka keras kepala

Biasanya sikap keras kepala yang diberikan anak adalah bentuk dari penolakan terhadap sesuatu yang tidak sesuai dengan keinginannya. Anak yang keras kepala akan mempunyai sifat yang sensitif, dan apabila dibujuk juga tidak mudah. Jika anak terlihat seperti ini, maka biasanya agar permintaan si anak bisa segera dipenuhi.

Bisa jadi perilaku anak yang keras kepala ini adalah meniru dari perilaku orang tuanya dirumah. Jadi kitapun harus selalu berhati – hati saat bertindak dan bersikap didepan anak-anak. Karena anak akan meniru dan merekamnya di otak.

2. Hindari untuk memaksa anak

Ketika kita memaksa anak, maka biasanya anak akan menolak dan melakukan sesuatu yang seharusnya tidak ia lakukan. Misalnya saat anak nonton TV, dan tiba-tiba orang tuanya menyuruhnya tidur. Maka biasanya anak akan menolak yang memicu timbulnya perlawanan.

Sebaiknya kita sebagai orang tua, menemani anak sebentar untuk menonton TV kemudian setelah beberapa lama orang tua menyuruhnya untuk tidur. Cara seperti ini akan membuat anak nurut dengan perintah orang tua, karena merasa diperhatikan.

3. Hadapi dengan tenang

Menghadapi anak yang keras kepala memang sangat membutuhkan kesabaran yang lebih. Saat anak melawan, sebaiknya kita tetap tenang dan tidak terpancing emosinya. Kalau kita tetap tenang, biasanya malah anak akan nurut dengan kita.

4. Ajak Berdiskusi

Adakalanya kita melakukan negosiasi dengan anak. Hal ini bisa menunjukkan bahwa kita tak selalu menerima penolakan si kecil. Tetapi jika anak menololak dan melawan, kitapun bisa melakukan diskusi dengan anak.

Cara seperti ini akan membuat anak merasa dimengerti juga merasa didengar. Jika sudah ada kesepakatan bersama , maka orang tua dan anak harus mematuhi kesepakatan yang telah dibuat.

5. Selalu ajarkan untuk berperilaku baik

Janganlah sesekali mencubit ataupun memukul anak, karena ini akan membuat anak menjadi trauma. Disamping itu juga hal ini akan selalu diingat oleh anak.

Oleh karena itu tunjukkanlah bahwa kita sebagai orang tua mempunyai sikap yang baik agar anak bisa mencontoh kedua orang tuanya.

Selalu berikan pujian saat anak berhasil berbuat kebaikan. Hal ini bisa membuat anak merasa dihargai.

Sekeras apapun sikap anak terhadap orang tua, percayalah bahwa kita sebagai orang tua bisa mengatasi masalh tersebut tanpa emosi dan tetap bersikap tenang. Denmagn demikian maka diharapkan sikap anak yang keras kepala berubah menjadi disiplin dan lembut.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *