Apa Itu BPJS Ketenagakerjaan

3 min read

apa-itu-bpjs-ketenagakerjaan-1

Info Mudah – Selain BPJS Kesehatan, juga ada BPJS Ketenagakerjaan yang sebelumnya adalah Jamsostek. Dimana BPJS Ketenagakerjaan mempunyai tujuan untuk memberikan perlindungan terhadap resiko yang diberikan kepada tenaga kerja yang bekerja di Indonesia.

Program BPJS Ketenagakerjaan

apa-itu-bpjs-ketenagakerjaan-1

Sebagai program perlindungan resiko dan bagian dari jaminan sosial tenaga kerja di Indonesia dari pemerintah, BPJS Ketenagakerjaan memiliki 4 jenis program yang bisa dinikmati oleh setiap tenaga kerja.

Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK)

Program ini bertujuan untuk memberikan proteksi terhadap semua resiko kecelakaan yang terjadi di dalam lingkungan pekerjaan. Mulai dari perjalanan menuju tempat bekerja hingga pulang dari tempat bekerja, termasuk juga penyakit penyakit yang timbul akibat resiko di lingkungan kerja.

Pelayanan kesehatan dalam program ini diberikan tanpa memiliki plafon dan sesuai dengan kebutuhan medis.

Manfaat Jaminan Kecelakaan Kerja (JKM)

  • Pemeriksaan dasar beserta dengan penunjangnya (obat obatan atau alat alat kesehatan)
  • Perawatan baik itu tingkat pertama atau tingkat lanjutan.
  • Rawat inap lengkap dengan perawatan insentif (HCU, ICCU, ICU)
  • Penunjang diagnosa selama perawatan
  • Pengobatan, diutamakan obat generik dan/atau obat non generik (bermerk/paten)
  • Pelayanan khusus selama perawatan
  • Alat kesehatan termasuk implant
  • Jasa dokter/medis, termasuk juga operasi, transfusi darah dan rehabilitasi medis.

Santunan :

Penggantian biaya pengangkutan peserta yang mengalami kecelakaan kerja.

  • Angkutan darat/sungai/danau diganti maksimal Rp1.000.000,- (satu juta rupiah).
  • Angkutan laut diganti maksimal Rp1.500.000 (satu setengah juta rupiah).
  • Angkutan udara diganti maksimal Rp2.500.000 (dua setengah juta rupiah).

Santunan Sementara Tidak Mampu Bekerja (STMB)

  • 6 (enam) bulan pertama diberikan sebesar 100% dari upah.
  • 6 (enam) bulan kedua diberikan sebesar 75% dari upah.
  • 6 (enam) bulan ketiga dan seterusnya diberikan sebesar 50% dari upah.

Santunan kecacatan.

  • Cacat Sebagian Anatomis sebesar = % sesuai tabel x 80 x upah sebulan.
  • Cacat Sebagian Fungsi = % berkurangnya fungsi x % sesuai tabel x 80 x upah sebulan.
  • Cacat Total Tetap = 70% x 80 x upah sebulan.

Baca jugaCara Melakukan Pendaftaran BPJS Kesehatan

Santunan kematian beserta dengan biaya pemakaman

  • Santunan Kematian sebesar = 60 % x 80 x upah sebulan, sekurang kurangnya sebesar Jaminan Kematian.
  • Biaya Pemakaman Rp3.000.000,-.
  • Santunan berkala selama 24 bulan yang dapat dibayar sekaligus= 24 x Rp200.000,- = Rp4.800.000,-.

Jaminan Kematian (JKM)

Program ini bertujuan untuk memberikan dana tunai dari peserta ke ahli waris saat terjadi resiko yang menyebabkan kematian saat masih aktif menjadi peserta BPJS Ketenagakerjaan dan bukan resiko yang timbul akibat kecelakaan kerja.

Manfaat Jaminan Kematian (JKM) :

  • Santunan sekaligus sebesar Rp16.200.000,00 (enam belas juta dua ratus ribu rupiah).
  • Santunan berkala selama 24 Bulan, dengan rincian 24 x Rp200.000,00 = Rp4.800.000(empat juta delapan ratus ribu rupiah) yang dibayar sekaligus.
  • Biaya Pemakaman sebesar Rp3.000.000,00 (tiga juta rupiah).
  • Bantuan Beasiswa bagi satu orang anak dari peserta yang telah memasuki masa iur paling singkat 5 (lima) tahun sebesar Rp 12.000.000,-(dua belas juta rupiah).
  • Total manfaat keseluruhan manfaat jaminan kematian yang diterima sebesar Rp36.000.000,00

Jaminan Hari Tua (JHT)

Program ini bertujuan untuk memberikan dana tunai kepada peserta sebagai jaminan hidup di hari tua. Dimana besarannya adalah akumulasi dari iuran selama aktif menjadi anggota BPJS Ketenagakerjaan yang dijumlahkan dengan hasil pengembangan.

Kepesertaan Jaminan Hari Tua (JHT)

  1. Penerima upah (tidak termasuk penyelenggara negara)
  • Semua orang yang bekerja baik pada perusahaan ataupun perseorangan
  • Orang asing yang bekerja di Indonesia sekurang kurangnya 6 bulan
  1. Bukan penerima upah
  • Pemberi kerja
  • Semua orang yang bekerja di luar hubungan kerja atau bekerja secara mandiri
  • Semua orang yang bukan penerima upah selain yang tertulis di poin nomer 2
  1. Pekerja bukan penerima upah selain pekerja di luar hubungan kerja/mandiri.
  2. Semua pengusaha yang memiliki perusahaan lebih dari satu dimana masing masing wajib terdaftar.
  3. Semua pekerja yang bekerja lebih dari satu perusahaan dimana masing masing wajib terdaftar.

Jaminan Pensiun (JP)

Program ini bertujuan untuk mempertahankan penghasilan saat peserta memasuki pensiun, baik itu pensiun karena usia, cacat tetap total atau meninggal dunia. Manfaat dari program ini diberikan setiap bulannya.

Manfaat Jaminan Pensiun (JP) :

Manfaat Pensiun Hari Tua (MPHT)

Manfaat ini berupa dana tunai yang diberikan setelah peserta memenuhi masa kepesertaan minimal 15 tahun (180 bulan). Diberikan saat peserta memasuki masa pensiun hingga meninggal dunia.

Manfaat Pensiun Cacat (MPC)

Manfaat ini berupa dana tunai setiap bulannya saat peserta mengalami cacat tetap total setelah peserta memenuhi masa kepesertaan minimal 1 bulan dan memiliki density rate minimal sebesar 80% yang mengakibatkan peserta tidak dapat bekerja. Diberikan sejak peserta tidak dapat bekerja kembali atau penyakit hingga meninggal dunia.

Manfaat Pensiun Janda/Duda (MPJD)

Manfaat ini berupa dana tunai yang diberikan setiap bulannya kepada ahli waris yang terdaftar semenjak menjadi janda/duda hingga meninggal dunia atau menikah kembali.

Manfaat Pensiun Anak (MPA)

Manfaat ini berupa dana tunai yang diberikan setiap bulannya kepada anak yang menjadi ahli waris yang terdaftar (maksimal 2 orang anak) hingga anak berusia 23 tahun atau bekerja atau menikah.

Manfaat Pensiun Orang Tua (MPOT)

Manfaat ini berupa dana tunai yang diberikan setiap bulannya kepada orang tua yang menjadi ahli waris lajang yang terdaftar.

Manfaat Lumpsum

Pada manfaat ini, peserta tidak berhak atas dana tunai bulanan, namun akan mendapatkan akumulasi biaya kepesertaan yang sudah terbayarkan ditambahkan dengan hasil pengembangan dengan ketentuan :

  • Peserta sudah masuk ke dalam masa pensiun dan tidak memenuhi masa biaya kepertaan minimal 15 tahun
  • Peserta mengalami cacat tetap total
  • Peserta meninggal dunia dengan masa kepesertaan minimal 1 tahun.

Manfaat Pensiun

  • Ini adalah manfaat pasti berupa dana tunia setiap bulannya dengan ketentuan :
  • 1 tahun pertama, manfaat dihitung berdasarkan formula Manfaat Pensiun
  • 1 tahun selanjutnya, manfaat dihitung sebesar manfaat tahun sebelumnya dikalikan dengan indexasi.
  • Formula manfaat pensiun : (1% x masa kepesertaan / 12 bulan) x rata rata upah tahunan selama masa kepesertaan / 12 bulan
0

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *