Info Gadget

Review dan perbandingan VIVO Y17

Ya, bagi saya pribadi, kapasitas baterai itu biasanya menjadi salah satu pertimbangan saat mau membeli smartphone terlepas dari spesifikasi dan desainnya. Alasannya...

Written by Dwi · 7 min read >
Review dan perbandingan VIVO Y17

Ya, bagi saya pribadi, kapasitas baterai itu biasanya menjadi salah satu pertimbangan saat mau membeli smartphone terlepas dari spesifikasi dan desainnya. Alasannya karena baterai itu ‘kan menjadi salah satu faktoryang mempengaruhi seberapa lama sih kita memakai smartphone untuk beraktifitas. Nah, tak ada angin tak ada hujan dan tak ada iklan, belum lama ini Vivo merilis smartphone seri-Y terbarunya. Yang jualannya di baterai jumbo. Dan ada beberapa spesifikasi yang menurut saya “kok sepertinya cukup menarik ya?” untuk smartphone dengan harga Rp 3 juta. Kira-kira sebuas apa sih battery-life nya? Dan apakah sebanding dengan performanya?

Layar VIVO Y17

Oke, dimulai dari sektor yang tidak bisa lepas dari pandangan saat pertama kali memakai smartphone-nya yaitu layarnya. Ya, Vivo Y17 ini dibekali layar yang cukup jumbo ya, 6.35″dan dibekali resolusi HD+. Kenapa tidak dikasih Full HD saja sekalian? Layar besar tapi resolusinya kecil akan berpengaruh pada kerapatan piksel yang rendah juga. Awalnya saya berpikir seperti itu juga tapi setelah saya memakai Vivo Y17 ini sekitar 1-2 hari pertama saya merasa, “ini tone warna layarnya asik juga ya?!” dan membuat saya lupa kalau resolusinya cuma HD+. Malah tidak kelihatan kalau ini resolusi HD+ kecuali kalau melihatnya dari jarak sangat dekat atau melihatnya memakai mikroskop.

Nah, daripada meributkan resolusinya yang cuma HD+di sini saya malah concern dengan ketidak mampuan Vivo Y17untuk menampilkan resolusi High Definition atau HDsaat dipakai untuk menonton film-film streaming langganan contohnya seperti di Netflix, ya memang, saat di-cekVivo Y17 ini hanya punya sertifikasi Widevine DRM di Level 3. Jadi, agar bisa support High Definition itu harus Level 1 ya. Dan dengan layar sebesar ini, serta menampilkan resolusi di bawah 720p tampilannya agak terasa agak pecah dan kurang puaslah. Tapi tenang saja, kalau untuk sekedar menonton YouTube itu semua tidak ada hubungannya dengan sertifikasi Widevine DRM. Jadi, tetap memakai resolusi maksimal layarnya, yaitu 720p. Oh ya, selain itu, ada beberapa alasan lain kenapa sebaiknya Vivo Y17 ini memakai layar resolusi HD+. Tapi bakal saya jelaskan di segmen berikutnya. Jadi, simak artikel ini sampai habis ya!

Review dan perbandingan VIVO Y17

Desain Bodi VIVO Y17

Lanjut ke bodi-nya yang overall terbungkus oleh plastikatau bahasa halusnya polikarbonat. Harga smartphone Rp 3 juta tapi materialnya plastik….? Ya, saya paham. Ini pasti bakal menjadi bahan gorengannya para Netizen untuk Vivo Y17. Tapi kalau dipikir-pikir, makin kesini makin jarang smartphone dengan bodi metal. Ya, karena sekarang tren-nya smartphone dengan warna gradasi. Jadi, kalau materialnya tidak kaca, ya plastik. Nah, mengingat Vivo Y17 ini main di segmen menengah atau mid-rangebahan plastik masih oke-oke sajalah demi mendapatkan warna gradasi dan pantulan yang ciamik.

BTW, smartphone ini kalau terkena pantulan cahayawarna biru-nya bakal terlihat sangat gonjreg. Nah, meskipun masih pakai plastikmenurut saya build quality-nya masih cukup solid loh! Ditambah grip-nya juga enak meskipun bagi kamu yang suka gasrak memakai smartphone lapisan ini agak mudah tergores ya! Jadi, supaya aman, sebaiknya langsung pasang jelly case bawaannya saja. Next, ke sisi bawah bodi danTeng Tong! Port-nya masih microUSB. Redmi Note 7 saja yang harganya Rp 1.99 jutaport-nya sudah USB Type-C. Tapi ini? Beda harga Rp 1 juta lebih mahal dan juga port USB-nya masih microUSB.

Ya, saya paham keresahan ini dan ini bakal menjadi pembahasan lagi. Port USB Type-C sudah seharusnya diadopsi masal untuk smartphone zaman now mengingat fleksibilitasnya yang lebih baik. Oke, mungkin itu saja yang kentang alias nanggung dari Vivo Y17. Di luar itu, saya menemukan beberapa hal yang membuat Vivo Y17 ini rasanya kok menarik sekali ya dan tak ada lawan di harga Rp 3 juta kembali Rp 1 ribu.

Baterai VIVO Y17

Yang pertama dan yang sudah di-highlight sejak dari box-nya yaitu kapasitas baterai. Jarang-jarang ya, Vivo menciptakan smartphone dengan baterai 5000 mAh. Kebanyakan maksimal di 4000 mAh saja. Ya, memang sih, baterai 5000 mAh itu bukanlah hal yang baru di smartphone. Sebelumnya, saya sudah pernah coba di ASUS Zenfone Max Pro M1 dan penerusnya, ASUS Zenfone Max Pro M2. Sejujurnya, mereview baterai dengan 5000 mAh ini agak capek ya?! Karena rasanya tidak habis-habis dayanya padahal sudah dipakai untuk banyak hal seperti menonton film, main game, YouTube sampai bosan scroll-scroll timeline sosial media, foto-foto atau merekam video sampai smartphone-nya hangat.

Yang jelas, Vivo Y17 inibisa saya geber untuk banyak hal lebih dari 1 hari. Rekor sebelumnya, saya pernah pakai Vivo Y17 inihingga 1 hari 16 jam, atau sekitar 1.5 harian. Saya memakainya untuk tugas-tugas yang cukup intensif termasuk bermain game online, yang tentu saja mengkonsumsi daya yang tidak sedikit. Rekor sebelumnya, saya pernah bermain PUBG Mobile dengan total durasi hampir 6 jam di waktu 1.5 hari itutapi bermainnya tidak non-stop ya! Pasti pegal juga kalau bermain non-stop. Oh ya, saya juga sudah menguji baterai 5000 mAh ini dengan aplikasi PCMark. Waktu itu tembusnya di 12 jamdengan tingkat kecerahan layar di 50%. Baterai saat itu masih tersisa sekitar 18%. Saya penasaran, kok bisa dewa sekali ya battery life-nya? Tentu baterai yang awet ini tidak semata-mata karena kapasitasnya yang besar juga. Resolusi HD+ yang biasanya dihujat oleh Netizen iniikut andil besar membuat baterai Vivo Y17 ini super awet, secara resolusi HD+ itutidak makan daya sebesar layar yang Full HD+untuk menghidupi jutaan pikselnya tadi.

Chipset VIVO Y17

Lalu dari segi chipset-nya. Ya, Vivo Y17 ini diotaki dengan dapur pacu Helio P35. Secara konfigurasi, chipset ini sangat mirip dengan Snapdragon 625 ya. Sama-sama 8-core, sama-sama pakai Cortex A53. Yang berbeda cuma clockspeed-nya. Vivo Y17 ini lebih tinggi, di 2.3 GHzdan arsitektur-nya juga lebih modern, atau lebih kecil juga yaitu di 12nm. Sudah arsitektur-nya kecil, lalu semua memakai Cortex A53jadi, semakin hemat lagi konsumsi baterai-nya. Tapi karena typical chipset-nya ini low-power karena memakai Cortex A53 semua tentu Vivo Y17 ini tidak se-ngebut smartphone lain yang chipset-nya sudah memakai custom core seperti Helio P60 atau Snapdragon 636 ke atas.

Dipakai bermain PUBG Mobile, setting grafisnya mentok di rata kiri alias low. Meskipun dipakai bermain game, tidak ada lag yang parah sih. Ya ada sih sedikit frame drop, tapi menurut saya tidak sampai membuat experience bermain game-nya sampai ke level yang mengganggu. Lalu, bermain game yang grafis dan pergerakan karakternya lebih brutal seperti Marvel Future Fight mungkin batuk-batuknya agak terasa yakalau dimainkan di mode High Frame Rate. Ya, saran saya sih main di mode biasa sajayang jauh lebih nyaman. Selain baterai-nya yang super awet hal kedua yang membuat Vivo Y17 ini terasa worth it yaitu storage-nya yang luber-luber di 128GB.

Range harga segini biasanya cuma dapat Storage 64GB. Tapi Vivo Y17 ini berani sekali memberikan Storage 128GB, lalu masih diberikan opsi untuk menambah storage lewat microSD. Jadi, yang hobi menyimpan banyak file terutama game, bakal kenyang sekali menginstall banyak aplikasi tanpa khawatir muncul notifikasi space running out. RAM 4GB-nya rasanya cukup untuk kebutuhan multi-tasking zaman now. Yang jelas, dengan UI yang baru Funtouch 9 di Vivo Y17 ini terasa lebih smooth dan lebih enak dilihat. Perubahan yang paling terlihat ada di tirai bawah yang lebih terasa Android Pie-nya. Bloatware-nya sih masih banyak ya. Tapi yang jelas bisa di uninstall ya BaBe, TikTok dan Lazada.

Dari segi fungsi, tidak banyak pembaharuan di Funtouch 9 ini. Untuk kecepatan sensor biometriknya, mulai dari menyetor wajah atau meng-tap jari, sama-sama ngebut khas smartphone Vivo. Fitur Assistant Jovi ini butuh tidak butuh sih tapi yaa… untuk memantau skor sepak bolaatau menghitung jumlah langkah, ini cukup informatif dan accessible dari layar homescreen. Baterai jumbo sudah, Storage jumbo juga sudah lalu apa lagi yang keren dari Vivo Y17?

Kamera VIVO Y17

Kameranya. Di lihat dari luar saja, triple camera ini seksi juga yauntuk smartphone seharga Rp 3 juta. Yang biasanya cuma 2, kali ini ada tambahan 1 lensayaitu kamera 8MP yang bisa mengambil foto Ultra-Wide angle. Menemani kamera utama 13MP dan 2MP untuk depth sensor. Saat mencobanya, kamera utamanya inipunya typical warna natural, karena saya baru sadar kalau di mode Normal, saya tidak menemukan fitur AI di sini. Jadi ya, warna fotonya apa adanya saja tidak ada aksen gonjreng supaya tone-nya lebih pop up.

Tapi saat mencoba lensa Wide-Anglenya… BOOM! Warna fotonya jauh lebih gonjreng! Saya sempat berpikir, apa AI-nya ini tertukar atau bagaimana ya? Yang jelas, dengan tambahan lensa Ultra-Wide angle-nyaVivo Y17 ini asik untuk foto-foto pemandangan yang butuh angle lebar. Wide-angle-nya sampai 120 derajat jadi, tidak perlu mundur-mundur demi bisa memotret obyek dengan background yang lebih luas. Tapi memang, untuk foto-foto dengan memakai kamera utama ini di beberapa kondisi nampak over-white kadang juga tidak tajam, padahal fokus-nya sudah dikunci. Ya memang, gimmick 3 kamera bisa menutupi hal-hal seperti ini, tapi saya akui kualitas foto Wide-Angle-nya lebih Instagramable sih.

Selama tidak di zoom, aman kok fotonya. Tapi.. kalau sudah di zoom yaa… lihat sendiri saja serasa foto memakai bahan cat air. Untuk foto-foto indoor atau foto-foto di lowlight kamera Vivo Y17 ini terlihat sangat-sangat biasa. Di range harga segini, smartphone sekelasnya sudah dibekali mode malam, yang membuat foto lowlight terlihat lebih terang dan juga tajam. Jadi ya, kalau cuma modal AI seperti ini nothing special kelihatannya. Untuk foto-foto bokeh, depth sensor 2MP-nyacukup bisa diandalkan untuk memberi efek kedalaman yang cukup natural. Efek kedalamannya juga bisa diatur sebelum dan sesudah mengambil foto.

Mau yang nge-blur sekali, nge-blur biasaatau tidak nge-blur sama sekali, bebas, tinggal sesuaikan saja dengan selera. Saat mencoba kamera depan, baru kali ini saya selfie smartphone Vivotapi beautify-nya tidak cetar. Malah cenderung biasa-biasa saja, seperti bukan smartphone Vivo. Tapi ya, kalau yang memakai cowok, wajar kalau mencarinya yang biasa-biasa saja begini. Bokeh-nya juga not bad lah ya. Minusnya ya, kalau pakai mode Portrait jadi tidak bisa memakai efek cakepnya. Dipakai untuk merekam video, kamera Vivo Y17 inimentok di Full HD 30fps. Warnanya cukup tajam, dynamic range-nya juga cukup luas dan ya, cukup menghibur sih hasil videonya. Minusnya cuma absennya fitur stabilisasi seperti EIS. Jadi ya, kalau cuma dipegang tangan bakal terasa efek gempa bumi-nya.

Oh ya, lensa Wide-Angle-nya juga bisa dipakai untuk video ala-ala action cam yang butuh angle luas. Dan sama seperti hasil fotonya, di mode video ini saturasi lensa white-nya terlihat lebih gonjreng. Oke, sekarang saya sedang tes kamera depan Vivo Y17 untuk nge-vlog. Ya, kamera depan smartphone ini bisa merekam video dengan resolusi maksimal Full HD di 30fps. Video-nya lumayan stabil ya. Dynamic range-nya menurut saya sih tidak begitu bagus, tapi ya… worth it sih.untuk harga segini. Menurut kamu bagaimana hasilnya?

Pengecasan Baterai VIVO Y17

Oke, kembali lagi ke baterai-nya ya. Kapasitas 5000 mAh bisa dibilang bukan angka yang kecil. Smartphone dengan baterai 5000 mAh biasanya menghabiskan waktu berjam-jam untuk mengisi daya dari 0%-100% dengan charger biasa. Nah, Vivo Y17 ini ternyata tidak cuma jualan baterai besar saja adapter bawaannya memang sudah dirancang bisa untuk mengisi daya dengan cepat lewat dual engine fast chargingyang sebelumnya cuma ada di Vivo seri-V. Dengan output hingga 18W, mengisi daya baterai Vivo Y17 ini dari 10% sampai terisi setengahnya atau 50% butuh waktu 41 menit. 1 jam pertama, baterainya terisi 67%1.5 jam proses charging, baterai Vivo Y17 ini sudah terisi 90%.

Dan sampai benar-benar penuh 100%, waktu charging yang dibutuhkan yaitu 2 jam 14 menit. Waktu 2 jam kedengarannya lama ya? Tapi ya kembali lagi, ini 5000 mAh loh! Baterai sebesar ini biasanya butuh waktu pengisian daya itu sekitar 2.5 jam atau bahkan hampir 3 jam kalau pakai charger standar 10W. Oke, jadi kesimpulannya Vivo Y17 ini lebih cocok untuk siapa ya? Kalau Kalian mencari smartphone tapi patokannya skor Antutu harus tinggi, layarnya harus Full HD dan USB-nya harus USB Type-C saran saya, segera hapus smartphone ini.dari daftar.

Tapi, kalau Kalian mencari smartphone yang baterainya tahan lama. Tahan tidak bertemu colokan lebih dari 1 hariatau bahkan 2 hari untuk aktifitas yang tidak terlalu intensdan sudah dibekali fast chargingkalau dari sisi storage-nya sudah besar juga, yaitu 128GBdan masih dikasih slot microSDdan yang terakhir, punya triple camerayang salah satunya pakai lensa Ultra Wide Angledan semua itu dibungkus dengan harga yang cukup kompetitifdi harga Rp 3 juta kurang seribu. Saya rasa Vivo Y17 ini tidak ada lawanuntuk sekarang ini.

Kalaupun ada smartphone sekelasnya yang punya baterai jumbo biasanya tidak dibekali teknologi fast charging atau smartphone itu punya baterai jumbo plus fast charging tapi storage-nya cuma mentok di 64GB. Mungkin yang sedikit ketinggalan itu di sektor performanya ya. Tapi kalau Vivo Y17 ini memang kiblatnya untuk menjadi smartphone dengan baterai level dewa menurut saya sih, Helio P35 ini sudah sangat cocok di Vivo Y17. Murah atau mahal, semuanya kembali pada selera kebutuhan, dan yang pasti budjet kamu. Oke, sekian artikel mengenai Vivo Y17.

Realme 3 vs Samsung Galaxy M20

Realme 3 vs Samsung Galaxy M20

Dwi in Info Gadget
  ·   5 min read
Honor 9 Lite VS Xiaomi Redmi 5 Plus

Honor 9 Lite VS Xiaomi Redmi 5 Plus

Dwi in Info Gadget
  ·   7 min read
Honor 8X vs OPPO F9

Honor 8X vs OPPO F9

Dwi in Info Gadget
  ·   5 min read

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *